Pernikahanku

Alhamdulillah acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan ku Pada tanggal 26 Januari 2013 berjalan dengan lancar, Memang sempat deg-degan diliputi dengan kegalauan. Maklum keluarga saya harus terbang dari jogja ke riau dan sebagian lagi dari jakarta ke riau.

Preparation
Tanggal 20 Januari 2013 sudah mulai cuti dan persiapan di Duri diawali dengan packing hantaran seserahan yang sudah dikirimkan sebelumnya langsung ke rumah Dik Rani, dengan inisiatifnya hantaran itu di re-pack dan dibentuk menjadi berbagai macam model. (alhamdulillah ada keluarga Dik Rani yg selalu men-support serta memberikan waktunya untukku, semoga Allah SWT memberikan perlindungan, limpahan rizki dan kesejahteraan untuk keluarga Dik Rani. Aminn)


Tanggal 24 Januari 2013 Berangkat dari duri menuju pekanbaru dengan ketua rombongan di komandoi oleh mas Sumaro Wahyu Widodo untuk menjemput keluarga saya dari jogja + jakarta dan keluarga Gita dari Surabaya. Tak lupa sebelum berangkat kami melakukan PJM (Pre Job Meeting ) + berdoa untuk kelancaran perjalanan kami. Sekitar jam 13.30 JT 290 landing di pekanbaru, setelah menunggu pengambilan bagasi, akhirnya kami bisa bertemu dengan keluarga semuanya.

Perjalanan ke Duri diawali dengan mampir masjid Ar-Rahman Pekanbaru di dekat Simpang Jl. Tuanku Tambusai untuk sholat Dhuhur, Setelah sholat Dhuhur dilanjutkan dengan makan siang di RM. Pendowo (Jl. Tengku Umar) RM Pendowo menyediakan masakan khas jawa dan rasanya juga enak buktinya saya makan nila bakar sama ayam garang asem hehehhehehe…..

Setelah makan perjalanan dilanjutkan ke duri, dengan waktu sekitar 3 jam akhirnya jam 19:00 sampai juga di Duri, langsung menuju rumah Gita. Disana sudah disambut oleh keluarga Gita dan langsung dilanjutkan dengan makan Malam  (acaranya makan teruuusss,, hehhehe).

Setelah makan kemudian keluarga jogja diantar ke pemondokan/rumah sewa yang sudah disediakan oleh keluarga Gita, alhamdulillah rumah yang disediakan besar sekali, 4 Kamar, lengkap dengan AC, kulkas, kompor, bahkan ada water heaternya. Sekaligus lingkungan rumah yang masih hijau asri menambah kenyamanan rumah ini. Malam itu di pemondokan kegiatannya finishing hantaran yang masih belum dipacking hingga pukul 2 dini hari.

Pemondokan - koleksi Afanrida.com

Seserahan

Jumat, 25 Januari 2013 pukul 10.00 koordinasi meeting dengan pihak panitia pernikahan yang di wakili oleh pak Asep Sutarsa. Untuk membahas rangkaian acara seserahan + Akad nikah + resepsi juga transport penjemputan keluarga dari pemondokan ke rumah Gita.

Setelah Sholat jum’at jam 14:00 tim penjemput datang dan kami sekeluarga berangkat untuk melaksanakan acara seserahan. Acara dimulai tepat pukul 15:00 dan berakhir pukul 16:00, acara memang di set singkat dan padat mengingat hampir bertepatan dengan sholat ashar. Dari pihak Gita diwakili olah mas Yono dan dari pihak saya diwakili oleh Mas Yulianto.

Satu yang masih teringat saat mas Yuli mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan kami,

Asam di gunung, Garam di laut, bertemu di pasar. Di beli oleh orang, di campur dalam satu belanga dan ditambah dengan bumbu serta bahan lain menjadi sayur yang enak untuk dimakan. Begitu juga kisah ini Asam digunung dimana Gita dari duri yang banyak perbukitan, dan Garam di laut dimana Afan yang datang dari KulonProgo bersanding dengan laut selatan, bertemu di salah satu Universitas Islam Swasta tertua di Indonesia (Universitas Islam Indonesia) Agar bisa dipadukan dalam satu bingkai yang dinamakan pernikahan. Dan berharap pernikahan ini juga sebagai penyatuan dua keluarga. (Rodo mekso rapopo sing penting masukkk)

Begitu rayu mas yuli pada acara seserahan agar pihak keluarga Gita mau menerima rangkaian pernikahan ini.

Akad Nikah

26 Januari 2013 , Keluarga kami tiba di tempat akad nikah sekitar pukul 07:30, rencana akad nikah di lakasanakan pada pukul 08:00, tetapi pak KUA (Penghulu) mengabarkan bahwa acara akad nikah dimundurkan menjadi pukul 09:00 karena sesuatu hal.

Akhirnya pukul 09:00 pak KUA (penghulu) datang juga…  :) saya diminta untuk duduk di tempat yang sudah disediakan bersebelahan dengan Gita. Acara Akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al qur’an, kemudian dilanjutkan dengan ijin nikah dari Gita kepada orangtuanya. Acara ijin nikah ini menjadi acara paling mengharukan, baru satu kalimat diucapkan air mata Gita sudah meleleh kemana-mana, saya pun hampir terbawa oleh suasana haru itu, kalo sampai terbawa haru malah jadi repot nanti waktu akad nikah (pikirku , hehe).
Setelah ucap ijab selesai dilanjutukan dengan sungkeman dan mohon doa restu kepada orangtua dan keluarga yang hadir. Tak tahu kenapa tiba2 airmata ini menetes tak terbendung, lega rasanya hari ini telah menyelesaikan rangkaian acara akad nikah.

Resepsi

Rias pengantinnya cukup ribet, karena kami pakai adat jawa kanigaran jogja, sehingga banyak sekali pernak pernik yang harus dissusun, ditambah crew rias yang hanya beberapa orang. Sehingga acara resepsi yang sedianya di laksanakan mulai jam 12:00 mundur hingga 13:30 tapi alhamdulillah sekalian bisa sholat dhuhur dulu J. Acara resepsi diawali dengan prosesi panggih (temu manten), saling melempar daun sirih, mencuci kaki dan midak endog (injak telor), gendongan ke pelaminan,  timbangan (prosesi timbangan ini buat saya menjadi hal yang lucu bapaknya Gita diminta duduk kemudian memangku kami berdua untuk menimbang apakah sama timbangannya, Padahal saya sama Gita kan kelas berat sedangkan bapaknya Gita tidak gemuk, jadilah pemikiran saya seperti Gajah Duduk sedang dilatih sama pawang nya hehehe), prosesi panggih ditutup dengan sungkeman yang membuat kaki pegel. Setelah itu Resepsi dilanjutkan dengan doa restu dari para tamu yang dalang silih berganti hingga pukul 21:00.

 

Dikerjain Panitia

Pukul 21:00  tiba2 Teh Herti selaku pembawa acara menyamaikan satu hal dan bertanya kepada kami (lewat corong mikropon) gini nih ngomongnya :
“Gita dan Afan sadarkah kalian bahwa kalian sudah begitu merepotkan kami?? Menyita waktu dan tenaga kami?? “

Dan kamipun hanya bisa mengangguk :)

“Bagaimana kalao malam ini Gita dan Afan kami minta untuk naik ke atas panggung?? Untuk membayar semuanya” Lanjut Teh Herti dengan antusias nanya ke tamu semuanya…
langsung semua tamu / tetangga yang tersisa bersorak, tepuk tangan dan kompak bilang Seettuujuuu…

“Onddee apo lah carito awak naiak pulo ka panggung, apo yang kan awak dendangkan malam iko??”

Kami berdua pun pelan2 berjalan menuju ke panggung, layaknya dua gajah waykambas sedang di arak ke kandang J. Dan di awali dengan menyampaiakan ucapan terimakasih dan doa restu. Kemudian dilanjutkan dengan nyanyi lagu “memandangmu” yang di nyanyikan sama ikenurjanah/aldi bragi, kalo Gita nyanyi “ Pacarku 5 langkah” hehehe

Akhirnya kami dapat kado dari panitia, Ada satu kotak ukuran lumayan besar langsung disuruh buka, setelah dibuka pelan2 didalam ada 3 kotak lagi, Besar, sedang dan kecil. Kami disuruh milih, yang pertama saya pilih yang sedang ternyata isinya Madu rasa, Extra joss, sama pengaman *sensor. Kemudian yang kedua kami buka yang besar dan isinya ternyata duengggggg telor angsa (guedeeee boook) entah apa maksudnya kedua kado tadi (berlagak gak ngerti). Dan yang terakhir paling kecil setelah dibuka ternyata …. Cincin .. yuhuuuuu makasih banget ibu2 dan bapak panitia.

Akhirnyaa selesai juga acara pernikahan saya yang cukup melelahkan dari pagi sampai malem.. Alhamdulillah semua rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

Out of Topic:

  1. 27 Januari 2013 Tiba2 dapat telpon dari maskapai kalo penerbangan dari pekanbaru jakarta di cancel (padahal yang model ginian jarang banget yaa). Makanya penerbangan jadi maju 2 jam. Bikin repot berangkat pagi2.
  2. Hari senin 28 Januari 2013, dapat kabar dari keluarga Gita sudah sampai di Surabaya dengan selamat, namun koper, dll setelah dibuka isinya sudah gak karuan tambah ada beberapa barang didalamnya yang hilang. (Hati2 yaa).  

Special Thanks :

Panitia acara pernikahan Gita dan Afan
Kel. Bp. H. Djoko Hermawan & Ibu Sri Gantini
Kel. Bp. Drs. H. Harowi Muhyati, Msi & Ibu Hj. Mamik Suparmi
Kel. Besar Karyodinomo
Kel. Besar Sosrowiharjo
Kel. Zainal Arsyadi (MZ) dan Ibu Rani
Kel. Sumaro Wahyu Widodo dan Ibu Lia
Kel. Sukaca dan Ibu Eki

Dan lain2 yang belum disebut :)

32 thoughts on “Pernikahanku

  1. Mugniar

    Pengantin baru ya? Selamat … moga samara ya mas.

    Saya ingat Caltex (sekarang Chevron) liat model rumahnya yang di Duri itu.

    DUlu saya pernah tinggal di Rumbai, sulung saya lahir di sana :)

    hehehe iya, doakan juga biar cepat dapat momongan ya buk… sekarang dah balik ke sulawesi ya buk?

    Reply
    1. Mugniar

      Iya, balik ke Makassar sejak 2002. Suami kerja di sana tahun 1997 – 2002. Kami nikah tahun 1999. Si sulung lahir di RS Caltex Rumbai thn 2001. Mas Afan kerja di Chevron? Atau istrinya yang kerja/anak pegawai di sana? Atau keduanya benar?
      Ih, maaf ya nanya2, saya suka bernostalgia kalo tahu ketemu orang Chevron :D

      Sy ketemu blogger (ibu2) yang istri pegawai, tinggal di Pekanbaru. Sama dia juga saya nanya2 hahaha norak ya saya …

      hehehe nostalgia tak bisa dipungkiri kadang kangen dengan kondisi yang sudah lalu (rindu suara monyet di pagi hari? yaaa.. ). Saya kerja di salah satu subkontraktornya buk, jadi sering keluar masuk kompleks. karena sering keluar masuk makanya ikut merasakan juga kabahagiaan pegawai2nya :) trus sekarang sama suami tinggal dimana buk?

      Reply
  2. ndutyke

    Waaah selamat ya atas pernikahannya. Smoga bs mjd keluarga samara. Anyway itu foto rumahnya….. Di dalam kompleks Chevron ya?

    makasih bu’e. iya itu nyewa rumah di sana. pernah ke kompleks juga? atau sempat tinggal disana?

    Reply
  3. cakra

    maaaaaassss, jadi kepincut pinginn nikah…

    barakallah ya mas, moga berkah lahir batin amiiiin

    doain saya juga ya mas, orang bahagia doanya di kabulkan lohh

    hehe

    selamatt

    Reply
  4. Ely Meyer

    Wow …. selamat ya atas pernikahnnya, semoga berbahagia selalu

    baru tahu nih pakaian penganten adat Jawa Kanigaran Yogya

    wah .. sama sama pandai menyanyi ya

    Reply
    1. admin Post author

      Terimakasih mbak Ely, Iya itu pakai kanigaran Yogya alhamdulillah milik pribadi. Sebenernya gak pandai nyanyi tapi karena ada dorongan the Power of Kepepet jadi harus naik panggung sekalian pembubaran panitia :)

      Reply
  5. Pakies

    Alhamdulillah, telah komplit dan sempurna kehidupan dengan telah dilangsungkannya akad nikah. Semoga Alloh Ta'ala selanjutnya memudahkan dalam segala urusan untuk membangun keluarga sakinah mawadah warrohmah menuju ridho Alloh Ta'ala

    Reply
    1. admin Post author

      Aminnnn.. doa yang sungguh indah. terimakasih semoga Allah ta’ala melapangkan rejeki untuk bang pakies :)

      Reply
    1. admin Post author

      salam kenal juga mas boesta terimakasih sudah berkunjung. wah sippp semoga lancar jaya acaranya mas, deg deg serr lhooo… :)

      Reply
  6. niken kusumowardhani

    Selamat menempuh hidup baru mas Afan. Semoga menjadi keluarga samara.

    Melihat foto2nya jadi turut merasakan kebahagiaannya. Kulon Progo – Duri… bertemu di UII…

    kereen…

    Reply

Tinggalkan Balasan