Ngerjain

PRANK…. – jangan salah ini bukan suara gelas pecah.-

Tapi ini adalah istilah lain untuk peristiwa dimana seorang mengerjai orang lain (CMIIW), seperti yang ada dalam beberapa acara di televisi, seperti : JAIL, SUPERTRAP, JUST FOR LAUGH, dan acara-acara lainnya.

Trus apa dong maksud posting ini?

Maksudnya adalah bahwa kita harus ingat bahwa kita hidup di Indonesia (nah loo), iya kita di Indonesia yang katanya berbudaya timur, dimana budaya timur yang kita ketahui masih mengenal ataupun masih memuja sesuatu yang dinamakan dengan sopan santun, Seharusnya Masih kenal etika, mana yang layak dan tidak layak.

Hal ini juga berhubungan dengan berita yang akhir2 ini santer terdengar, dalam episode supertrap beberapa waktu lalu. Dimana crew super trap membuat jebakan yang ngerjain orang yang sedang di dalam toilet. Hal ini menimbulkan berbagai polemik dalam masyarakat terutama sekali dalam dunia online internet gejolak itu begitu terasa sekali, baik protes lewat forum maupun social media. Hal ini menandakan beberapa lini dari masyarakat kritis terhadap tontonan2 yang dianggap menyalahi budaya ketimuran. Padahal awal kemunculan supertrap menjadi primadona dalam acara ‘ngerjain orang’ dengan setting yang lebih teknis dimana meliput persiapan hingga teknologi yang digunakan. Yang mungkin awalnya membuat saya bilang ‘wow’. Cuman kebelakang menurut saya acara sedikit mengalami penuruna kualitas (No Offense).

Begitu juga bila kita browsing lewat youtube dengan kata kunci  ‘ngerjain operator telkomsel’. Memang salah satu topik saya adalah callprank atau lebih jelasnya adalah ngerjain operator call centre provider telekomunikasi. Ada beberapa orang yang dengan sengaja menghubungi call centre cuman untuk ngerjain, (mungkin yang tidak di rekam ada lebih banyak lagi). Ada 3 video yang menjadi acuan yaitu yang mengaku bernama bapak stavolt (scr tidak langsung ngakunya dari timor leste), berikut link video nya.

Operator Telkomsel Vs Stavolt

dan yang satu lagi cewek ngakunya bernama until, di terima oleh salah satu CS dengan nada melambai. Berikut link videonya

Operator telkomsel Vs Until

dan satu lagi ngakunya bapak do’enk, berikut link videonya:

Operator telkomsel vs Do\’eng

Dari ketiga video rekaman tersebut jelas kita bisa nilai mana yang layak sebagai bahan lucu , video 1 dan 2 saya kira masih berusaha untuk mengedepankan aspek menghormati korban yang sedang dibidik, sedangkan rekaman yang ketiga memang jauh dari harapan bahkan rekaman yang ke 3 ini awalnya bermaksud untuk menghadirkan kelucuan namun menurut saya malah berbalik menjadi rekaman yang tidak layak untuk di pertontonkan.

Sekali lagi kita sebagai orang Indonesia sudah selayaknya melingkupi diri dalam aspek ketimuran, budaya menghormati, jujur dan toleransi.
Sesuatu yang lucu memang akan membuat lebih bermakna dari pada sesuatu yang diam.
tetapi hati-hati saat memilih untuk melalui jalan kelucuan karena selain bisa menghibur juga bisa membawa pada efek ‘mati ketawa’.

NB: Posting ini tidak bermaksud memojokkan suatu objek

Tinggalkan Balasan