Hidup Adalah Pilihan

B

eberapa waktu lalu sudah senyum-senyum liat pegawai SPBU yang nggak nggenah, sekarang giliran saya sendiri yang sebel. Bukan sebel sama pegawai SPBU tapi saya sebel sama Tukang Parkir. Masih teringat dalam ingatan beberapa waktu lalau ada seorang tukang parkir yang begitu rajinnya dalam mengais rejeki, Bahkan saat saya akan memarkir motor tiba2 bapakĀ  bilang “Biarkan disitu saja pak, gak usah di kunci stang. Biar nanti saya atur” begitu juga saat akan mengambil motor bapak itu kembali bilang “Yang mana motornya biar saya ambilkan” dan tinggal bayar kita sudah diberi fullservice.

Tetapi pemandangan diatas berbeda dengan yang beberapa waktu lalu saya temui, seorang tukang parkir masih muda, sewaktu saya masuk ke tempat parkir dia sudah duduk di atas jok salah satu motor, dan begitu melihat saya dia hanya memberikan aba2 dari atas motos sambil bilang stop (dalam arti parkir disitu saja). kemudian setelah saya keluar saya kasih uang parkir, dia berdiri dan hanya melihat dari kejauhan. :)

Lain lagi sewaktu beli pecel lele, Istri turun buat beli pecel lele, karena dibungkus makanya saya gak turun dari motor dan milih menunggu di samping tenda, ehhhh giliran mau cabut tiba2 ada tukang parkir minta uang parkir. Haduuhh ….

Terlebih lagi kalau parkir mobil (pinggir jalan) sewaktu saya parkir tidak nampak satu pun tukang parkir disitu, begitu juga saat keluar. Cari-cari tukang parkir sambil sesekali klakson tak juga nampak batang hidungnya, kupikir memang tak ada tukang parkirnya. Memundurkan mobil tanpa ada aba-aba susah payah monitor kanan-kiri. Ehh giliran udah jalan pelan tiba2 ada suara priiitttt..priiittt.. priiiiittt. Bukan polisi, tapi seragam rompi oranye yang sudah mudar menjadi kuning. Haduuuhhhh…. Kemana aja bangggg…… Biasanya kalau udah kayak gitu niat banget buat iseng uang parkir gak langsung dikasih tapi majuin mobil dulu agak jauh baru deh uang parkir nongol ke jendela :)

Kalau mau komplein toh juga harganya tak seberapa, tapi kalu gak di komplein kok ya terlalu… Dan mereka juga gak pakai karcis sehingga ada kemungkinan juga gak bayar pajak ke negara..

Apa Artinya ??Jalan mana yang akan dipilih itu semua tergantung dari diri kita karena Hidup adalah pilihan,

10 thoughts on “Hidup Adalah Pilihan

  1. Akhmad Muhaimin Azzet

    Ada yang tukang parkir yang niatnya memang bekerja, maka ia bekerja dengan sebaik-baiknya menjadi tukang parkir. Tapi, ada juga tukang parkir yang menurut saya tidak bekerja sebagai tukang parkir, keberadaannya tidak lebih hanya meminta uang yang seolah-olah sah karena ia telah menjadi tukang parkir.

    Reply
  2. Hengki

    Saya juga kurang suka kalau ada tukang parkir yang cuma mau duitnya aja. Udah motornya gak dijagain, kepanasan, dll. bayarnya mahal. kalau mau keluar dari tempat parkirnya dibiarin aja.

    Reply
  3. Azim

    hhehhee… ini mah sama seperti ku… sebenarnya bukan masalah berapa harga bayar tukang parkirnya. tetapi lebih kepada untuk apa kita membayar ‘tukang parkir’ yang tidak membantu memparkirkan kendaraan kita.

    Reply
  4. Ely Meyer

    Aku pernah mau parkir sepeda dgn shbtku, begitu masuk malah yg jaga tetap duduk santai sambil nyuruh kami memarkir sepeda di satu tempat sambil nunjuk nunjuk, ini org belum tahu etika bgmn memperlakuakn pelangan sbg raja ya

    jadilah langsung aku ajak shbtku keluar saat itu juag dgn sepeda kami, tinggal masnya yg melongo, msh ada tempat parkir lain yg ramah petugasnya :P

    Reply

Tinggalkan Balasan