Tag Archives: uneg-uneg

Google

Setelah posting Bendera K3 yang selain mau share tentang Kep Men Bendera K3 juga masalah google meng google, tiba-tiba ingat lagi kejadian jaman dulu sewaktu masih di Jogja. Kerja gak kenal waktu pagi, siang, sore dan malem mungkin memang bisa bikin otak nge-blank. Tapi entah ding beneran nge-blank ato enggak. Ato memang beneran mlongoo…

Singkat cerita malem-malem masih aja nongkrong di kantor buat mantengin grafik yang naik atau turun kayak gambar gunung dan lembah. Kalau prediksinya naik ya pencet buy tapi kalau prediksi sebaliknya tinggal pencet sell (you know what i mean lahh… ). Nah karena mantenginnya satu orang satu kompie jadinya komunikasi dilakukan via YM (Bukan Yusuf Mansur lhohhh)…. karena waktu itu lagi ngetren2nya YM dan saking jadulnya masih pake friendster. Apalagi kondisi teman yang waktu itu ada di lain ruangan, jadilah YM sebagai interface yang paling nendang markondang.

Katrok
Tiba saatnya teman kirim pesan ke YM buat nanyain tentang sesuatu hal (Saya lupa detil apa yang ditanya) sejurus dengan itu saya langsung buka browser akses mesin pencari paling canggih saat itu Google dot com namanya.. tak berapa lama memasukkan keyword muncul hasil pencarian yang pada waktu itu cukup memuaskan, informasinya di dapat dengan baik. Langsung share informasinya, tetapi rupanya teman satu ini kurang puas (kurang lengkap informasinya-Red). Ya karena saya juga gak terlalu interest sama bahasannya maka saya langsung aja balas dengan sigapnya
“Di googling aja bang, banyak yang bahas masalah itu” kataku.
Sejenak tak ada jawaban dari teman, tiba saatnya muncul pesan “Gak ada fan”.
Kupastikan lagi dan informasinya masih komplit bin lengkap, langsung ku jawab “ Ada kok, banyak”
“Ini udah aku cari kok gak ada” jawabnya langsung.
Inisiatif ku muncul seketika dan kujawab “Coba bang, ketik Google[dot]com cari di situ”
Langsung dijawabnya “OooooooOOoooo Google[dot]com saya kira Googling[dot]com
“Makanya dari tadi kok gak ada” Jawabnya slow………………..

Ini ceritaku, Bagaimana Ceritamu??…………..

Cerita Awal Ramadhan

Cerita awal ramadhan, bukan berkisah tentang perbedaan awal puasa atao metode pengukurannya namun cuman ingin sedikit share betapa bulan ramadhan bukan hanya bulan yang penuh berkah tetapi juga bulan yang tiba-tiba membuat orang menjadi kreatif berkata-kata bak pujangga sedang dimadu asmara.

Memang dibulan ramadhan dianjurkan untuk meminta maaf kepada orang tua, suami/istri dan saudara dan ini yang dimanfaatkan untuk merangkai kata-kata yang indah mengiringi indahnya berkah dibulan yang penuh rahmah.

saya cuplik kata-kata maaf yang unik dan kreatif dari sms yang masuk :

“MINTA MAAF” tak menjadikan kita “HINA”, “MEMBERI MAAF” tak menjadikan kita “BANGGA” .. dengan “SALING MEMAAFKAN” yang membuat kita “MULIA”. kadang mulut salah berkata , hati kadang salah menduga …. walau kita tak berjabat tangan .. tak bertatap mata … kepada sahabat, saudara, karib kerabatku semua … dengan Tulus dan Ikhlas kami memohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dimasukkan ALLAH SWT dalam golongan orang yang bertaqwa Aminn..

Assalaamualaikum seiring terbenamnya mentari diakhir sya’ban tibalah ramadhan penuh ampunantatkala tak sempat berjabat tangan, semoga keikhlasan segala salah dan kekhilafan. MArhaban yaa Ramadhan, Ramadhan fi syahril mubarok, wa syahril maghfiroh, barrokallahu lanawalakum daaiman bi jami’i khoir. wal’awfu minkum. wassalaamualaikum.

Sungguh cantik kain pelekat, dipakai orang pergi ke pesta. Puasa ramadhan semakin dekat, mari kita sambut dengan suka cita. BUnga melati indah berseri, cermin hati dihari suci, SMS dikirim pengganti diri, lambang dari silaturahmi. Selamat menyambut Ibadah bulan Puasa Ramadhan 1434H. Mohon maaf lahir dan batin.

Terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbesit pilu dalam tingkah laku, tersinggung rasa dalam bicara, terkadang lisan ingin dijaga, terkadang laku ingin dipelihara, namun salah dan khilaf tetap saja ada, kesempurnaan hanya milik Allah semata, seiring akan datangnya bulan suci ramadhan marilah kita saling memaafkan. Marhaban yaa ramadhan, Mohon maaf lahir dan batin.

versi bahasa minang :
Tagigik lidah talapeh KECEK, Tasingguang hati alun ta UBEK, lah banyak salah nan lah ta BUEK, khilaf nan lamo usah di INGEK, salah nan baru jaan la di UPEK, dek bulan ramadhan lah samakin DAKEK, Barikan maaf walau SAKETEK. Mohon maaf lahir dan batin.

versi bahasa jawa:
Aruming gondopangurawing jiwo lan ati suci winayah wula poso, sumusul lumantaring nugroho ing dinten suci kebak berkah ngaturaken sedoyo lepat pangucap, tindak tanduk ingkang mboten prayogi kulo nyuwun agunging samudro pangaksami. “Marhaban yaa ramadhan”

Apapun ucapannya yang penting mohon maaf lahir batin dan saling memaafkan.

Marhaban yaa Ramadhan 1434H

Penjual Peyek

Malam itu sedang asyiknya makan malam di salah satu warung pojokan Sudirman Pekanbaru, beberapa saat setelah pesan makan dan minum. Mata ini tertuju pada salah satu bapak-bapak yang tiba-tiba hadir di warung tersebut, bapak itu bukan seorang penikmat kuliner tapi seorang penjaja Peyek. Berjualan keliling dari warung ke warung di pundaknya bertengger toples besar transparan berisikan peyek yang pada saat itu sudah setengah terisi yang berarti menandakan bahwa dagangannya cukup laku. Langkah gontai dan kulit lusuh mensiratkan bahwa tubuhnya sudah sekian lama diajak berkeliling-keliling kota.

Tertarik oleh tumpukan peyek yang ada dalam toples itu, kusiapkan selembar uang limaribuan, cukup lusuh tapi masih laku untuk transaksi jual beli. “Dapat lima” pikirku sebelum menghampiri Bapak penjual peyek. Bangkit dari dudukku menghampirinya kusapa sekaligus bertanya,

“satunya berapa pak?”,  tanyaku.

“Dua Ribu”, jawab bapak itu dengan tegas.

Setdahhh… koh mahal ya? Biasanya sih seribu rupiah. Akhirnya kuraih dompet dan kucatut tambahan uang seribu rupiah. “Beli tiga, Pak” sambil kusodorkan uang enam ribu rupiah. Setelah kembali ke tempat duduk ku, baru ku amati bapak penjual peyek yang silih berganti didatangi konsumen.

Hasil pengamatan:

  1. Harga cukup mahal, standarnya peyek dengan rasa dan bentuk seperti itu dijual seribu rupiah.
  2. Bapak itu harus berkeliling dari warung ke warung jalan kaki.

Sedikit menyimpulkan Mungkin bapak itu menjual dengan harga yang lebih mahal karena dia harus membawa peyek tersebut, berjalan dari warung ke warung bukanlah urusan yang mudah. Badan capek belum lagi harus menawarkan kepada calon pembeli. Bahkan keesokan harinya saya masih melihat bapak itu keliling menjajakan peyeknya dimana artinya fulltime jualan dari pagi sampai malem keliling door to door nawarin peyek.

Dari kejadian itu saya melihat sebuah ketidak efektifan dalam berjualan, dalam pandangan saya akan lebih bagus bila memiliki beberapa toples berisi peyek yang nantinya dititipkan di warung-warung. Pagi diantar, sore diambil sekaligus di rekap hasil penjualannya. Dengan resiko berbagi keuntungan dengan warung yang dititipi, yang artinya ada kemungkinan penghasilan menurun. Tetapi  bisa diantisipasi dengan menambah jumlah warung yang dititip.

AHHHH… tapi paragraf diatas kan cuman lamunanku, lamunan karena terlalu banyak baca buku pengusaha sukses, tapi tanpa pernah mempraktekkannya. Diluar bagaimana cara berjualannya saya salut sama bapak itu yang sanggup  berkeliling kota untuk mencari nafkah, mungkin bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya. Memiliki modal keberanian untuk berdagang seperti itu patut diacungi jempol, berbeda dengan saya yang sampai sai ini masih saja berkutat sebagai Karyawan.

Bagaimana dengan anda?

 

Blunder

Blunder, biasanya sih dikaitkan dengan kesalahan diri sendiri. Kata ini sering kali digunakan dalam pertandingan sepakbola, untuk menyebut kesalahan yang dilakukan pemain sehingga menjadi penyebab terjadinya gol. Banyak kasus blunder dilakukan oleh kiper tetapi berbeda dengan pertandingan pagi tadi antara Manchester United Versus Real Madrid dalam Liga Champion, yang disiarkan oleh SCTV langsung dari Stadion Old Trafford, yang berakhir dengan kemenangan Real madrid 1-2 dengan hasil tersebut Real Madrid lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 2-3.

Blunder pertama

Dilakukan oleh Sergio Ramos, saat akan menghalau bola tendangan Nani di depan gawang namun salah antisipasi sehingga bola malahan masuk ke gawang sendiri. Kesalahan yang cukup fatal karena berujung memberikan keuntungan untuk tim lawan.

Blunder kedua

Ketika Nani dan pemain Real Madrid sama-sama memperebutkan bola liar, pemain Real Madrid datang dari belakang ketika Nani mengangkat kaki, bila dilihat memang sepertinya bukan murni kesalahan Nani namun kaki yang menghunjam perut sepertinya menjadikan alasan wasit untuk memberikan kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat Manchester United kocar-kacir dan akhirnya kebobolan dua gol. Ternyata blunder kedua ini lebih fatal dari blunder pertama.

Blunder siapa

Jadi siapa yang melakukan blunder ini? Apakah Nani yang bermain kurang perhitungan ataukah wasit yang seharusnya tidak memberikan kartu merah.  Karena bagi saya pertandingan tadi lebih banyak ditentukan oleh blunder.  Dan mungkin akan menyisakan kontroversi.

#Walaupun di dalam permainan sepak bola banyak kasus blunder, tapi jangan menyebut bola itu blunder, karena seperti yang kita lihat bahwa sebenarnya bola itu bulat..  (Nge-junk)

(Lagi) Peduli Pegawai SPBU

Hari minggu lalu, jalan cari sarapan mie ayam sama lontong pecal :). Hari itu lagi gak kompak karena saya lagi pengin mie ayam dan istri saya minta nya lontong pecal. Jalan sebentar, lirik-lirik indikator BBM kok hampir menyentuh huruf E. yang dalam bahasa jawanya “Entek”, Buru-buru nyari SPBU buat ngisi premium.

Masuk ke SPBU sudah ada dua motor yang ngantri ngisi, Diawali dengan Ibu-Ibu dan di amini bapak-bapak separo baya. Tapi kok ada yang aneh ya? jok motor ibu itu kok tertutup? sudah isi BBM belum ya? kalo sudah kenapa harus lama majuin motornya? sebentar mengamati keanehan itu.

Setelah ibu tersebut meninggalkan area SPBU, mbak-mbak pegawai SPBU nya malah ngakak sambil ngomong “Dimana-mana SPBU sama…, dibulatkan keatas. masak cuman 800 rupiah aja diminta?”  tertawanya lepas sampai nampak gigi-giginya yang artistik kekuning-kuningan.  Seketika itu terjawab sudah pertanyaan saya semula.. oooOOOooo itu toh masalahnya..

Kasus seperti ini sudah lama saya amati, dan sepertinya pegawai-pegawai SPBU memang enggan untuk memberikan kembalian yang hanya beberapa ratus perak. Tetapi bukankan yang sedikit itu adalah hak orang lain? seperti itukah cara pegawai SPBU itu mendapatkan penghasilan tambahan? saya kira ini sudah menjadi rahasia umum. Bagaimana ibu-ibu tersebut meminta kembalian berarti menyelamatkannya dari jurang neraka, tapi apa daya malah cemoohan dan tertawaan yang keluar dari mulutnya, Hal ini yang menyimpan kesedihan tersendiri buat saya.

Dan sudah sejak lama saya tidak mengisi BBM full tank, melainkan dengan pecahan 10.000 rupiah agar tidak terjadi seperti hal diatas.

Bagaimana dengan anda masdab?
Mari kita selamatkan pegawai SPBU
#BloggerPeduliPegawaiSPBU

Kebanan


K ebanan (Istilah Jawa) , atau lebih kondang dinamakan ban bocor. Barusan sial banget tiba-tiba ban belakang bergoyang-goyang. Berhenti sebentar cek roda belakang ternyata udah separo kempes…. mana hujan dari pagi mengguyur deras hampir seluruh kota ini dari ujung ke ujung. Tengak-tengok kanan-kiri mencari secercah harapan tukang tambal ban. Alhamdulillah di seberang jalan ada tambal ban, jadi ga perlu jauh-jauh buat “nggladak” motor ini.

Di sebelah pertigaan itu terparkir satu motor bebek yg telah dimodif dengan gandengan disisi kiri, layaknya vespa touring nan legendaris, cuma beda di sebelah kiri motor ini adalah kompressor angin tertutup dengan mantel, maklum siang ini hujan cukup deras mengguyur kota. Kulihat sekitar mencari tahu mana tukang tambal ban itu. kuterka di ujung sana ada seorang lelaki berjongkok seperti menunggu limpahan rejeki dari Tuhan. Dan tak salah lelaki itu memberikan isyarat dengan sedikit menengadahkan kepala, sedangkan aku menjawab dengan memanyunkan mulut dan seakan-akan berteriak “BOCOR”. Seketika lelaki itu beranjak dari jongkoknya meraih topi biru, saya yakin itu topi kesayangannya karena sedikit kumal dan nampak sudah klop sekali dengan lingkar kepalanya. Terjadilah transaksi singkat kecil-kecilan di sertai rintik hujan. “Ganti ban dalam berapa, Bang?” ucapku segera, “Yang bagus 35 ribu” sahutnya. Alhasil jadilah ijab qobul antara pembeli dan penjual yang syah. Padahal saya gak tau persis apakah bocor atau cuman gembos, tapi dengan kondisi yang tiba-tiba tekanan ban jadi setengah itu membuat saya memutuskan untuk ganti ban dalam, sekaligus pertimbangan lebih cepat mengganti dari pada menambal.

Di emperan sebuah ruko yang entah mengapa hari itu tidak buka, ku tunggu lelaki itu membuka masing-masing baut dengan ligatnya. saking ligatnya seakan-akan tanpa melihat pun tangannya terampil memainkan kunci-kunci itu. Saat pelan memutar roda tiba-tiba seberkas gerakan tangannya mencabut benda yang menancap di roda itu, dan firasatku tak lain itu adalah PAKU. Setelah selesai memang kutanya dan memang benar bocor karena tertusuk paku.

Entah mengapa sampai hari ini  aku masih merasa janggal ketika ban motor bocor karena paku, terlebih ketika beberapa media memberitakan tentang sebar paku seperti pada postingan saya sebelumnya. Lokasi yang dekat dengan tukang tambal ban serta penampilan tukang tambaln yang kanan kiri pakai anting itu semakin membuat bertanya-tanya “apa benar paku ini sengaja disebar?”.  Ahhhh… tapi aku tak mau larut dalam pemikiran negatif seperti itu karena akupun jarang melakukan Pre-Trip Inspection sebelum menggerakkan motorku, biasanya cuman hidupin sebentar sambil geber-geber kalo gak ada yang aneh, langsung tancap. Jadi gak tau sejak kapan sih paku itu nancep di ban motor, sapa tau sudah sejak malem gitu. :) .

Dua hal yang perlu disyukuri dalam kejadian tadi:

  1. Lokasi tambal ban yang gak jauh, sehingga gak capek nuntun motor.
  2. Untung pas bawa duit cukup buat ganti ban dalam :).

Dua hal yang perlu diperhatikan dalam kejadian tadi :

  1. Lakukan pengecekan kendaraan sebelum pergi (Pre-Trip Inspection).
  2. Sebaiknya gak usah dandan kayak preman, karena akan terjadi pikiran buruk kepadamu. :)

Happy Blogging

Hitam Putih

Kalau ditanya manakah yang benar dari gambar diatas?

Manakah yang masdab  pilih dari gambar diatas?

Yang nomor 1 atau nomor 2?

*****

Beberapa waktu yang lalu pernah membaca tutorial membuat desain stempel. Dikatakan bahwa kalo desain utama sudah jadi maka perlu dilakukan uji inverse (dibalik). Begitu kata tutorial tersebut. (saya lupa dimana saya baca). Untuk kebenaran teori dari tutorial itu saya juga kurang mengerti karena saya bukan desainer juga belum pernah sekolah desain-mendesain. Waktu itu saya hanya mengiyakan saja.

Luasnya persepsi dan banyaknya perbedaan pendapat menjadi unsur yang menimbulkan suatu perdebatan. Perbedaan pendapat ini yang kadang disikapi dengan cara yang lain. Bukan hanya perbedaan pendapat tapi juga jawaban serta ekspresi dalam menjawab.

Hubungannya dengan Hitam putih.

Saya yakin sebuah jawaban akan diutarakan dengan logis tapi Pernahkah sewaktu kita punya jawaban, kita inverse dulu jawaban itu sebelum di ucapkan? Tujuannya hanya untuk membandingkan apakah jawaban kita itu cukup kuat untuk di ucapkan.

Seperti pertanyaan berikut “kok gak pernah bersedekah sih?”

Banyak yang menjawab “untuk hidup sehari2 saja kadang masih kurang”

Bagaimana kalo dibalik “bukankah sedekah itu justru akan membawa kelapangan rezeki”

Atau lain lagi bagi orang kaya “Sudah kaya dan mampu tapi kok belum naik haji”

ada yg menjawab “Rukun Islam Sholat saja masih bolong2, perangai juga masih belum baik”

Bagaimana seandainya berhaji sambil berdoa agar niat naik haji dapat memperbaiki dan menyempurnakan ibadah.

Dua kasus dengan masing-masing dua jawaban yang berbeda, dan keduanya serasa sulit untuk disalahkan karena tergantung dari sisi mana kita menilai.

Kembali kepada gambar diatas. Mana yang anda anggap benar?

Keduanya bisa jadi benar tergantung dari sisi mana kita menilai, gambar 1 menjadi benar bila kita memiliki persepsi tulisan nya HITAM, dan gambar kedua juga benar ketika kita melihat backgroundnya HITAM.

Hidup ini tergantung bagaimana anda memilih, bukan orang lain tetapi diri kita sendiri.

Bagaimana menurut masdab? Masihkah kita menyalahkan orang lain?

Pernikahanku

Alhamdulillah acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan ku Pada tanggal 26 Januari 2013 berjalan dengan lancar, Memang sempat deg-degan diliputi dengan kegalauan. Maklum keluarga saya harus terbang dari jogja ke riau dan sebagian lagi dari jakarta ke riau.

Preparation
Tanggal 20 Januari 2013 sudah mulai cuti dan persiapan di Duri diawali dengan packing hantaran seserahan yang sudah dikirimkan sebelumnya langsung ke rumah Dik Rani, dengan inisiatifnya hantaran itu di re-pack dan dibentuk menjadi berbagai macam model. (alhamdulillah ada keluarga Dik Rani yg selalu men-support serta memberikan waktunya untukku, semoga Allah SWT memberikan perlindungan, limpahan rizki dan kesejahteraan untuk keluarga Dik Rani. Aminn)


Tanggal 24 Januari 2013 Berangkat dari duri menuju pekanbaru dengan ketua rombongan di komandoi oleh mas Sumaro Wahyu Widodo untuk menjemput keluarga saya dari jogja + jakarta dan keluarga Gita dari Surabaya. Tak lupa sebelum berangkat kami melakukan PJM (Pre Job Meeting ) + berdoa untuk kelancaran perjalanan kami. Sekitar jam 13.30 JT 290 landing di pekanbaru, setelah menunggu pengambilan bagasi, akhirnya kami bisa bertemu dengan keluarga semuanya.

Perjalanan ke Duri diawali dengan mampir masjid Ar-Rahman Pekanbaru di dekat Simpang Jl. Tuanku Tambusai untuk sholat Dhuhur, Setelah sholat Dhuhur dilanjutkan dengan makan siang di RM. Pendowo (Jl. Tengku Umar) RM Pendowo menyediakan masakan khas jawa dan rasanya juga enak buktinya saya makan nila bakar sama ayam garang asem hehehhehehe…..

Setelah makan perjalanan dilanjutkan ke duri, dengan waktu sekitar 3 jam akhirnya jam 19:00 sampai juga di Duri, langsung menuju rumah Gita. Disana sudah disambut oleh keluarga Gita dan langsung dilanjutkan dengan makan Malam  (acaranya makan teruuusss,, hehhehe).

Setelah makan kemudian keluarga jogja diantar ke pemondokan/rumah sewa yang sudah disediakan oleh keluarga Gita, alhamdulillah rumah yang disediakan besar sekali, 4 Kamar, lengkap dengan AC, kulkas, kompor, bahkan ada water heaternya. Sekaligus lingkungan rumah yang masih hijau asri menambah kenyamanan rumah ini. Malam itu di pemondokan kegiatannya finishing hantaran yang masih belum dipacking hingga pukul 2 dini hari.

Pemondokan - koleksi Afanrida.com

Seserahan

Jumat, 25 Januari 2013 pukul 10.00 koordinasi meeting dengan pihak panitia pernikahan yang di wakili oleh pak Asep Sutarsa. Untuk membahas rangkaian acara seserahan + Akad nikah + resepsi juga transport penjemputan keluarga dari pemondokan ke rumah Gita.

Setelah Sholat jum’at jam 14:00 tim penjemput datang dan kami sekeluarga berangkat untuk melaksanakan acara seserahan. Acara dimulai tepat pukul 15:00 dan berakhir pukul 16:00, acara memang di set singkat dan padat mengingat hampir bertepatan dengan sholat ashar. Dari pihak Gita diwakili olah mas Yono dan dari pihak saya diwakili oleh Mas Yulianto.

Satu yang masih teringat saat mas Yuli mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan kami,

Asam di gunung, Garam di laut, bertemu di pasar. Di beli oleh orang, di campur dalam satu belanga dan ditambah dengan bumbu serta bahan lain menjadi sayur yang enak untuk dimakan. Begitu juga kisah ini Asam digunung dimana Gita dari duri yang banyak perbukitan, dan Garam di laut dimana Afan yang datang dari KulonProgo bersanding dengan laut selatan, bertemu di salah satu Universitas Islam Swasta tertua di Indonesia (Universitas Islam Indonesia) Agar bisa dipadukan dalam satu bingkai yang dinamakan pernikahan. Dan berharap pernikahan ini juga sebagai penyatuan dua keluarga. (Rodo mekso rapopo sing penting masukkk)

Begitu rayu mas yuli pada acara seserahan agar pihak keluarga Gita mau menerima rangkaian pernikahan ini.

Akad Nikah

26 Januari 2013 , Keluarga kami tiba di tempat akad nikah sekitar pukul 07:30, rencana akad nikah di lakasanakan pada pukul 08:00, tetapi pak KUA (Penghulu) mengabarkan bahwa acara akad nikah dimundurkan menjadi pukul 09:00 karena sesuatu hal.

Akhirnya pukul 09:00 pak KUA (penghulu) datang juga…  :) saya diminta untuk duduk di tempat yang sudah disediakan bersebelahan dengan Gita. Acara Akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al qur’an, kemudian dilanjutkan dengan ijin nikah dari Gita kepada orangtuanya. Acara ijin nikah ini menjadi acara paling mengharukan, baru satu kalimat diucapkan air mata Gita sudah meleleh kemana-mana, saya pun hampir terbawa oleh suasana haru itu, kalo sampai terbawa haru malah jadi repot nanti waktu akad nikah (pikirku , hehe).
Setelah ucap ijab selesai dilanjutukan dengan sungkeman dan mohon doa restu kepada orangtua dan keluarga yang hadir. Tak tahu kenapa tiba2 airmata ini menetes tak terbendung, lega rasanya hari ini telah menyelesaikan rangkaian acara akad nikah.

Resepsi

Rias pengantinnya cukup ribet, karena kami pakai adat jawa kanigaran jogja, sehingga banyak sekali pernak pernik yang harus dissusun, ditambah crew rias yang hanya beberapa orang. Sehingga acara resepsi yang sedianya di laksanakan mulai jam 12:00 mundur hingga 13:30 tapi alhamdulillah sekalian bisa sholat dhuhur dulu J. Acara resepsi diawali dengan prosesi panggih (temu manten), saling melempar daun sirih, mencuci kaki dan midak endog (injak telor), gendongan ke pelaminan,  timbangan (prosesi timbangan ini buat saya menjadi hal yang lucu bapaknya Gita diminta duduk kemudian memangku kami berdua untuk menimbang apakah sama timbangannya, Padahal saya sama Gita kan kelas berat sedangkan bapaknya Gita tidak gemuk, jadilah pemikiran saya seperti Gajah Duduk sedang dilatih sama pawang nya hehehe), prosesi panggih ditutup dengan sungkeman yang membuat kaki pegel. Setelah itu Resepsi dilanjutkan dengan doa restu dari para tamu yang dalang silih berganti hingga pukul 21:00.

 

Dikerjain Panitia

Pukul 21:00  tiba2 Teh Herti selaku pembawa acara menyamaikan satu hal dan bertanya kepada kami (lewat corong mikropon) gini nih ngomongnya :
“Gita dan Afan sadarkah kalian bahwa kalian sudah begitu merepotkan kami?? Menyita waktu dan tenaga kami?? “

Dan kamipun hanya bisa mengangguk :)

“Bagaimana kalao malam ini Gita dan Afan kami minta untuk naik ke atas panggung?? Untuk membayar semuanya” Lanjut Teh Herti dengan antusias nanya ke tamu semuanya…
langsung semua tamu / tetangga yang tersisa bersorak, tepuk tangan dan kompak bilang Seettuujuuu…

“Onddee apo lah carito awak naiak pulo ka panggung, apo yang kan awak dendangkan malam iko??”

Kami berdua pun pelan2 berjalan menuju ke panggung, layaknya dua gajah waykambas sedang di arak ke kandang J. Dan di awali dengan menyampaiakan ucapan terimakasih dan doa restu. Kemudian dilanjutkan dengan nyanyi lagu “memandangmu” yang di nyanyikan sama ikenurjanah/aldi bragi, kalo Gita nyanyi “ Pacarku 5 langkah” hehehe

Akhirnya kami dapat kado dari panitia, Ada satu kotak ukuran lumayan besar langsung disuruh buka, setelah dibuka pelan2 didalam ada 3 kotak lagi, Besar, sedang dan kecil. Kami disuruh milih, yang pertama saya pilih yang sedang ternyata isinya Madu rasa, Extra joss, sama pengaman *sensor. Kemudian yang kedua kami buka yang besar dan isinya ternyata duengggggg telor angsa (guedeeee boook) entah apa maksudnya kedua kado tadi (berlagak gak ngerti). Dan yang terakhir paling kecil setelah dibuka ternyata …. Cincin .. yuhuuuuu makasih banget ibu2 dan bapak panitia.

Akhirnyaa selesai juga acara pernikahan saya yang cukup melelahkan dari pagi sampai malem.. Alhamdulillah semua rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

Out of Topic:

  1. 27 Januari 2013 Tiba2 dapat telpon dari maskapai kalo penerbangan dari pekanbaru jakarta di cancel (padahal yang model ginian jarang banget yaa). Makanya penerbangan jadi maju 2 jam. Bikin repot berangkat pagi2.
  2. Hari senin 28 Januari 2013, dapat kabar dari keluarga Gita sudah sampai di Surabaya dengan selamat, namun koper, dll setelah dibuka isinya sudah gak karuan tambah ada beberapa barang didalamnya yang hilang. (Hati2 yaa).  

Special Thanks :

Panitia acara pernikahan Gita dan Afan
Kel. Bp. H. Djoko Hermawan & Ibu Sri Gantini
Kel. Bp. Drs. H. Harowi Muhyati, Msi & Ibu Hj. Mamik Suparmi
Kel. Besar Karyodinomo
Kel. Besar Sosrowiharjo
Kel. Zainal Arsyadi (MZ) dan Ibu Rani
Kel. Sumaro Wahyu Widodo dan Ibu Lia
Kel. Sukaca dan Ibu Eki

Dan lain2 yang belum disebut :)

Besi Tuan nan Runcing

Pernah kan Ban motor Bocor?

Lagi asik-asik naik motor tiba-tiba oleng kesana-kemari, rasanya motor terhuyung. Apalagi kalau yang bocor ban depan pas di tikungan. Wuihh sensasinya bikin cenat-cenut.

Lebih nggondok lagi harus nuntun. Kadang ada juga beberapa orang yang nekat “nggladak ” motornya. Padahal kalau motornya di gladak/dinaiki resiko kerusakannya lebih parah, pertama ban luar rusak jd kayak diiris velg, yang kedua velgnya sendiri jadi rata J.  Pada akhirnya pun banyak yang memilih untuk di tuntun, sembari oleh raga. Masukin gigi 3 sekalian di gas sambil nuntun. Yahh anggap aja ngebayangin jalan2 sama anjingnya kucingnya gitu.

Lain daerah lain cerita, lain lagi Jakarta.

Jakarta yang terkenal dengan kehidupan yang keras hingga beberapa oknum menghalalkan segala cara unutk mendapatkan penghasilan. Salah satunya dengan tebar paku di jalanan. Walaupun sampai saat ini belum juga ada yang tertangkap basah menebar paku, tapi indikasi itu memang mengarah ke perbuatan tersebut.

Sebenarnya sudah banyak media yang mengangkat berita tentang tebar paku ini. Salah satunya Media Indonesia. Senin, 14 Januari 2013.

Tapi begitu pun belum kurang ada upaya penertiban dari aparat yg berwajib (atau mungkin saya yang gak tau).

Banyak pengendara yang mengeluhkan bocor ban, salah satunya didi (27). Bukan hal yang lumrah saya kira kalau ban bocor mencapai frekuensi 7 kali seminggu. Ini berati sama aja sehari sekali tambal ban.. L karena seringnya  bocor ban hingga punya langganan tukang tambal ban, dan saking sering nya sampai-sampai dikasih diskon. Ditambahkan oleh didi bahwa dalam seminggu mengalami kempes ban tujuh kali adalah serasa mendapat teros (nhahh lo)…

Lain lagi dengan Slamet (27), yang mengalami nasib yang sama mengalami kempes ban. Setelah ban dibuka rupanya ditemukan 5 paku.. (seett dahhh, saingan sama negri 5 menara, namanya roda 5 jahitan) tapi satu cerita dari Slamet ini yang menurut saya unik karena sempat menakut-nakuti tukang tambal ban  “Pak pakunya saya simpan, mau saya bawa ke dukun. Nyawa tukar nyawa” Begitu kata Slamet, seketika tukang tambal ban nya langsung pucat J.

Dari kejadian ini membawa kepada keprihatinan masyarakat, bahkan sudah berdiri satu komunitas saber (sapu bersih) ranjau paku. Komunitas ini rajin untuk menjaring paku-paku tersebut. Bila hari biasa katanya dapat 2 Kg paku, kalo musim hujan lebih banyak yakni 4 Kg paku.  Ondeehh Mandehh..

Kenyamanan dan keamanan berkendara sepertinya sudah mulai terusik, aksi tebar paku ini selain merugikan secara finansial juga akan membawa resiko kecelakaan. Bagaimana jadi nya bila pengendara oleng tidak bisa menjaga keseimbangan sedangkan jakarta terkenal dengan lalulintas yang padat. Bahkan masyarakat seperti Didi diatas sudah serasa mendapatkan teror dengan adanya paku-paku tersebut.

Dilain pihak, masih ingat kita dalam kasus ancaman oleh ekspat pada penerbangan salah satu maskapai penerbangan dari jogja-denpasar, sehingga harus membatalkan penerbangannya. Akhirnya pelakunya tertangkap. Dalam kasus ini ancaman memang di lontarkan via telapon dengan mengatakan ada bahan peledak di dalam pesawat. Tapi nyatanya peledak itu tidak ada. Hanya ancaman karena kekecewaan  belaka. Dan ini masuk dalam dunia teror-menteror.

Sedangkan dalam kasus tebar paku memang tidak ada nada yang mengancam, tetapi ada bukti tebaran paku dimana akhirnya paku tersebut juga menjadi barang yang mengancam keselamatan para pengendara motor.

Gimana kalo menurut masdab? Apa kasus tebar paku ini bisa digolongkan dalam kasus terorisme?

peraturan pemerintah ttg pemberantasan tidak pidana terorisme.

*****

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

*menurut saya . Salah satunya menjaganya adalah dengan memberi nafkah yang halal.

Ngerjain

PRANK…. – jangan salah ini bukan suara gelas pecah.-

Tapi ini adalah istilah lain untuk peristiwa dimana seorang mengerjai orang lain (CMIIW), seperti yang ada dalam beberapa acara di televisi, seperti : JAIL, SUPERTRAP, JUST FOR LAUGH, dan acara-acara lainnya.

Trus apa dong maksud posting ini?

Maksudnya adalah bahwa kita harus ingat bahwa kita hidup di Indonesia (nah loo), iya kita di Indonesia yang katanya berbudaya timur, dimana budaya timur yang kita ketahui masih mengenal ataupun masih memuja sesuatu yang dinamakan dengan sopan santun, Seharusnya Masih kenal etika, mana yang layak dan tidak layak.

Hal ini juga berhubungan dengan berita yang akhir2 ini santer terdengar, dalam episode supertrap beberapa waktu lalu. Dimana crew super trap membuat jebakan yang ngerjain orang yang sedang di dalam toilet. Hal ini menimbulkan berbagai polemik dalam masyarakat terutama sekali dalam dunia online internet gejolak itu begitu terasa sekali, baik protes lewat forum maupun social media. Hal ini menandakan beberapa lini dari masyarakat kritis terhadap tontonan2 yang dianggap menyalahi budaya ketimuran. Padahal awal kemunculan supertrap menjadi primadona dalam acara ‘ngerjain orang’ dengan setting yang lebih teknis dimana meliput persiapan hingga teknologi yang digunakan. Yang mungkin awalnya membuat saya bilang ‘wow’. Cuman kebelakang menurut saya acara sedikit mengalami penuruna kualitas (No Offense).

Begitu juga bila kita browsing lewat youtube dengan kata kunci  ‘ngerjain operator telkomsel’. Memang salah satu topik saya adalah callprank atau lebih jelasnya adalah ngerjain operator call centre provider telekomunikasi. Ada beberapa orang yang dengan sengaja menghubungi call centre cuman untuk ngerjain, (mungkin yang tidak di rekam ada lebih banyak lagi). Ada 3 video yang menjadi acuan yaitu yang mengaku bernama bapak stavolt (scr tidak langsung ngakunya dari timor leste), berikut link video nya.

Operator Telkomsel Vs Stavolt

dan yang satu lagi cewek ngakunya bernama until, di terima oleh salah satu CS dengan nada melambai. Berikut link videonya

Operator telkomsel Vs Until

dan satu lagi ngakunya bapak do’enk, berikut link videonya:

Operator telkomsel vs Do\’eng

Dari ketiga video rekaman tersebut jelas kita bisa nilai mana yang layak sebagai bahan lucu , video 1 dan 2 saya kira masih berusaha untuk mengedepankan aspek menghormati korban yang sedang dibidik, sedangkan rekaman yang ketiga memang jauh dari harapan bahkan rekaman yang ke 3 ini awalnya bermaksud untuk menghadirkan kelucuan namun menurut saya malah berbalik menjadi rekaman yang tidak layak untuk di pertontonkan.

Sekali lagi kita sebagai orang Indonesia sudah selayaknya melingkupi diri dalam aspek ketimuran, budaya menghormati, jujur dan toleransi.
Sesuatu yang lucu memang akan membuat lebih bermakna dari pada sesuatu yang diam.
tetapi hati-hati saat memilih untuk melalui jalan kelucuan karena selain bisa menghibur juga bisa membawa pada efek ‘mati ketawa’.

NB: Posting ini tidak bermaksud memojokkan suatu objek