Tag Archives: paku

Kebanan


K ebanan (Istilah Jawa) , atau lebih kondang dinamakan ban bocor. Barusan sial banget tiba-tiba ban belakang bergoyang-goyang. Berhenti sebentar cek roda belakang ternyata udah separo kempes…. mana hujan dari pagi mengguyur deras hampir seluruh kota ini dari ujung ke ujung. Tengak-tengok kanan-kiri mencari secercah harapan tukang tambal ban. Alhamdulillah di seberang jalan ada tambal ban, jadi ga perlu jauh-jauh buat “nggladak” motor ini.

Di sebelah pertigaan itu terparkir satu motor bebek yg telah dimodif dengan gandengan disisi kiri, layaknya vespa touring nan legendaris, cuma beda di sebelah kiri motor ini adalah kompressor angin tertutup dengan mantel, maklum siang ini hujan cukup deras mengguyur kota. Kulihat sekitar mencari tahu mana tukang tambal ban itu. kuterka di ujung sana ada seorang lelaki berjongkok seperti menunggu limpahan rejeki dari Tuhan. Dan tak salah lelaki itu memberikan isyarat dengan sedikit menengadahkan kepala, sedangkan aku menjawab dengan memanyunkan mulut dan seakan-akan berteriak “BOCOR”. Seketika lelaki itu beranjak dari jongkoknya meraih topi biru, saya yakin itu topi kesayangannya karena sedikit kumal dan nampak sudah klop sekali dengan lingkar kepalanya. Terjadilah transaksi singkat kecil-kecilan di sertai rintik hujan. “Ganti ban dalam berapa, Bang?” ucapku segera, “Yang bagus 35 ribu” sahutnya. Alhasil jadilah ijab qobul antara pembeli dan penjual yang syah. Padahal saya gak tau persis apakah bocor atau cuman gembos, tapi dengan kondisi yang tiba-tiba tekanan ban jadi setengah itu membuat saya memutuskan untuk ganti ban dalam, sekaligus pertimbangan lebih cepat mengganti dari pada menambal.

Di emperan sebuah ruko yang entah mengapa hari itu tidak buka, ku tunggu lelaki itu membuka masing-masing baut dengan ligatnya. saking ligatnya seakan-akan tanpa melihat pun tangannya terampil memainkan kunci-kunci itu. Saat pelan memutar roda tiba-tiba seberkas gerakan tangannya mencabut benda yang menancap di roda itu, dan firasatku tak lain itu adalah PAKU. Setelah selesai memang kutanya dan memang benar bocor karena tertusuk paku.

Entah mengapa sampai hari ini  aku masih merasa janggal ketika ban motor bocor karena paku, terlebih ketika beberapa media memberitakan tentang sebar paku seperti pada postingan saya sebelumnya. Lokasi yang dekat dengan tukang tambal ban serta penampilan tukang tambaln yang kanan kiri pakai anting itu semakin membuat bertanya-tanya “apa benar paku ini sengaja disebar?”.  Ahhhh… tapi aku tak mau larut dalam pemikiran negatif seperti itu karena akupun jarang melakukan Pre-Trip Inspection sebelum menggerakkan motorku, biasanya cuman hidupin sebentar sambil geber-geber kalo gak ada yang aneh, langsung tancap. Jadi gak tau sejak kapan sih paku itu nancep di ban motor, sapa tau sudah sejak malem gitu. :) .

Dua hal yang perlu disyukuri dalam kejadian tadi:

  1. Lokasi tambal ban yang gak jauh, sehingga gak capek nuntun motor.
  2. Untung pas bawa duit cukup buat ganti ban dalam :).

Dua hal yang perlu diperhatikan dalam kejadian tadi :

  1. Lakukan pengecekan kendaraan sebelum pergi (Pre-Trip Inspection).
  2. Sebaiknya gak usah dandan kayak preman, karena akan terjadi pikiran buruk kepadamu. :)

Happy Blogging

Besi Tuan nan Runcing

Pernah kan Ban motor Bocor?

Lagi asik-asik naik motor tiba-tiba oleng kesana-kemari, rasanya motor terhuyung. Apalagi kalau yang bocor ban depan pas di tikungan. Wuihh sensasinya bikin cenat-cenut.

Lebih nggondok lagi harus nuntun. Kadang ada juga beberapa orang yang nekat “nggladak ” motornya. Padahal kalau motornya di gladak/dinaiki resiko kerusakannya lebih parah, pertama ban luar rusak jd kayak diiris velg, yang kedua velgnya sendiri jadi rata J.  Pada akhirnya pun banyak yang memilih untuk di tuntun, sembari oleh raga. Masukin gigi 3 sekalian di gas sambil nuntun. Yahh anggap aja ngebayangin jalan2 sama anjingnya kucingnya gitu.

Lain daerah lain cerita, lain lagi Jakarta.

Jakarta yang terkenal dengan kehidupan yang keras hingga beberapa oknum menghalalkan segala cara unutk mendapatkan penghasilan. Salah satunya dengan tebar paku di jalanan. Walaupun sampai saat ini belum juga ada yang tertangkap basah menebar paku, tapi indikasi itu memang mengarah ke perbuatan tersebut.

Sebenarnya sudah banyak media yang mengangkat berita tentang tebar paku ini. Salah satunya Media Indonesia. Senin, 14 Januari 2013.

Tapi begitu pun belum kurang ada upaya penertiban dari aparat yg berwajib (atau mungkin saya yang gak tau).

Banyak pengendara yang mengeluhkan bocor ban, salah satunya didi (27). Bukan hal yang lumrah saya kira kalau ban bocor mencapai frekuensi 7 kali seminggu. Ini berati sama aja sehari sekali tambal ban.. L karena seringnya  bocor ban hingga punya langganan tukang tambal ban, dan saking sering nya sampai-sampai dikasih diskon. Ditambahkan oleh didi bahwa dalam seminggu mengalami kempes ban tujuh kali adalah serasa mendapat teros (nhahh lo)…

Lain lagi dengan Slamet (27), yang mengalami nasib yang sama mengalami kempes ban. Setelah ban dibuka rupanya ditemukan 5 paku.. (seett dahhh, saingan sama negri 5 menara, namanya roda 5 jahitan) tapi satu cerita dari Slamet ini yang menurut saya unik karena sempat menakut-nakuti tukang tambal ban  “Pak pakunya saya simpan, mau saya bawa ke dukun. Nyawa tukar nyawa” Begitu kata Slamet, seketika tukang tambal ban nya langsung pucat J.

Dari kejadian ini membawa kepada keprihatinan masyarakat, bahkan sudah berdiri satu komunitas saber (sapu bersih) ranjau paku. Komunitas ini rajin untuk menjaring paku-paku tersebut. Bila hari biasa katanya dapat 2 Kg paku, kalo musim hujan lebih banyak yakni 4 Kg paku.  Ondeehh Mandehh..

Kenyamanan dan keamanan berkendara sepertinya sudah mulai terusik, aksi tebar paku ini selain merugikan secara finansial juga akan membawa resiko kecelakaan. Bagaimana jadi nya bila pengendara oleng tidak bisa menjaga keseimbangan sedangkan jakarta terkenal dengan lalulintas yang padat. Bahkan masyarakat seperti Didi diatas sudah serasa mendapatkan teror dengan adanya paku-paku tersebut.

Dilain pihak, masih ingat kita dalam kasus ancaman oleh ekspat pada penerbangan salah satu maskapai penerbangan dari jogja-denpasar, sehingga harus membatalkan penerbangannya. Akhirnya pelakunya tertangkap. Dalam kasus ini ancaman memang di lontarkan via telapon dengan mengatakan ada bahan peledak di dalam pesawat. Tapi nyatanya peledak itu tidak ada. Hanya ancaman karena kekecewaan  belaka. Dan ini masuk dalam dunia teror-menteror.

Sedangkan dalam kasus tebar paku memang tidak ada nada yang mengancam, tetapi ada bukti tebaran paku dimana akhirnya paku tersebut juga menjadi barang yang mengancam keselamatan para pengendara motor.

Gimana kalo menurut masdab? Apa kasus tebar paku ini bisa digolongkan dalam kasus terorisme?

peraturan pemerintah ttg pemberantasan tidak pidana terorisme.

*****

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

*menurut saya . Salah satunya menjaganya adalah dengan memberi nafkah yang halal.