Changeling (2008)

Minggu lalu tepatnya Tanggal 10 November 2012 sebelum artikle ini di posting, niat banget jalan-jalan ke Gramedia karena stock buku yang mau dibaca sudah habis. Makanya selepas kerja setengah hari (kebetulan hari sabtu J) langsung meluncur ke Gramedia Sudirman Pekanbaru di samping jembatan layang tambusai. Merapat ke counter film-film ternyata ada satu kotak film yang sedang discount besar-besaran bahkan ada yang di jual 5000 berak perak wiiiiwwwww. Cari-cari dan cari ketemu beberapa film yang pengin di angkut antara lain Inside Man, Bourne Supremacy, dan satu lagi film drama judulnya “Changeling” dengan cover close up Angelina Jolie dan yang bikin eyecatching  bukan Angelina Jolie nya tapi di atas judul itu di tuliskan “A True Story”. Yaaaa memang saya salah satu penggemar film maupun buku yang diangkat dari kisah nyata seseorang atau kejadian….


“Changeling” merupakan kisah nyata dari seorang ibu yang kehilangan anaknya pada tahun 1928. Seperti ibu pada umumnya Christin Collins (Angelina Jolie) sangat menyayangi anak tunggalnya Walter Collins (Gattlin Griffith), membesarkan anaknya seorang diri (Single Parent)  Christine menyadari bahwa Walter adalah harta terbesar dalam hidupnya. Memperhatikan dan mendidik dengan detail anaknya mulai dari bangun tidur di ukurnya tinggi badan, Disiapkan untuk mandi, di buatkan sarapan dan diantarkan ke sekolah, Christine sendiri adalah seorang wanita karir yang bekerja pada sebuah perusahaan operator telepon.

Suatu hari Christin berjanji kepada Walter bahwa pada hari libur minggu akan mengajaknya untuk nonton bioskop. Walter pun menanggapi dengan senang dan menunggu hingga saat hari libur tiba. Ketika hari libur tiba dan Walter telah siap untuk mengisi liburan dengan ibunya tiba-tiba telepon berdering, setelah diangkat oleh christin ternyata panggilan telepon tersebut berasal dari kantornya yang memberi kabar bahwa ada salah satu orang karyawan yang tidak masuk kerja dan tidak ada pengganti yang lain selain dirinya. Berpikir sejenak dalam kebimbangan yang akhirnya menerima tawaran dari perusahaan untuk masuk kerja. Bisa dibayangkan betapa kecewanya Walter yang sudah bersiap menunggu liburan bersama ibunya dan nonton bioskop. Dengan berat hati Christin meminta maaf kepada anaknya dan berjanji akan mengganti waktunya pada liburan yang akan datang. Dan hari itu dia berjanji untuk pulang sebelum hari gelap.

Tiba waktunya pulang kerja setelah keluar kantor dengan terburu-buru karena teringat janji untuk pulang sebelum hari gelap tetapi naas hari itu sempat tertinggal kereta, akhirnya pulang kerumah sudah terlambat dan hari sudah gelap. Sampai di rumah dilihatnya lampu belum dinyalakan, Rumah masih dalam keadaan gelap. Dipanggilnya Walter tetapi tidak ada sahutan sama sekali, dicari nya di masing-masing ruangan dan disekitar rumah hasilnya nihil. Walter tidak ada dirumah, Walter pergi dari rumah dan menghilang.

Bimbang, bingung campur aduk menjadi satu karena anak tunggalnya menghilang dari rumah kemudian berinisiatif untuk menelepon kepolisian, tetapi apa jawaban dari kepolisian sungguh tidak menenangkan hatinya karena laporan akan ditindak lanjuti setelah anak hilang dari rumah lebih dari 24 jam karena berdasarkan kasus yang ada selama ini anak-anak itu hanya pergi tidak pamit dan menginap dirumah tetangganya.

Satu hari berlalu tidak ada tanda-tanda kemunculan walter, akhirnya Christine mendesak kepolisian untuk bertindak dan mencari anaknya yang hilang. Hari demi hari bertanya kepada pihak kepolisian melalui telepon namun tidak ada informasi terkait keberadaan Walter. Hari dan Bulan berlalu hati semakin sedih. Hingga akhirnya setelah 5 bulan kepergian Walter ada salah satu kepala kepolisian yang datang ke kantornya dan memberitahukan bahwa ada salah seorang anak yang ditemukan bernama walter. Yang hari itu sedang dalam perjalanan menggunakan kereta api menuju kotanya. Dengan semangat Christin menuju stasiun kereta api untuk menjemput anak kesayangannya, dengan beberapa wartawan juga sudah ikut menunggu karena kasus itu sudah menjadi berita surat kabar. Saat kereta Api berhenti, dengan tidak sabar christin menjemput dan berlari menuju salah satu gerbong, dan muncullah sesosok anak kecil turun dari salah satu gerbong kereta api, setelah berhadap-hadapan dengan anak itu tiba-tiba raut wajah christin berubah menjadi muram dan dengan terbata-bata mengatakan bahwa “ini bukan anakku, ini bukan Walter”, pihak kepolisian saat itu memaksa Christin untuk mengakui bahwa tidak lain dan tidak bukan itu adalah anaknya . Tetapi hati dan naluri seorang ibu mengatakan itu bukan anaknya. Dibawanya juga anak itu kerumahnya saat anak itu mandi kemudian meminta tolong ibunya hingga dibukalah pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya bahwa anak itu telah disunat sedangkan walter anakanya selama ini tidak pernah disunat kemudian  setelah di ukur tinggi badannya juga berkurang beberapa centi meter. Sehingga semakin menguatkan bahwa anak itu bukan anaknya.

Melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian tetapi kembali jawaban dari kepolisian tidak memuaskan dan kembali kepolisian menegaskan bahwa itu adalah anaknya (saat itu pihak kepolisian sedang dalam kondisi turun kredibilitasnya karena kasus anak hilang dan pembunuhan tidak dapat diselesaikan dengan baik) bahkan pihak kepolisian mengirimkan ahli untuk memeriksa dan memberikan analisa bahwa mungkin saja sang penculik menyunat Walter dan turunnya tinggi badan karena ada penyusutan tulang belakang. Protesnya kepada pihak kepolisian malahan membuatnya di kirim ke dokter jiwa dan di masukkan ke rumah sakit jiwa.

Bagaimana kisah selanjutnya? Bagaimana caranya untuk keluar dari rumahsakit jiwa?
Dan bagaimana akhir dari cerita ini, kemanakah walter pergi,  apakah kembali bisa bertemu dengan ibunya?

Satu film yang di sutradarai oleh Clint Eastwood ini menurut saya memang layak untuk di tonton, dengan cerita tahun 1928 membawa kita pada setting  tahun tersebut, menceritakan bagaimana rasa sayang nya seorang ibu terhadap anaknya dan kesalahan hal yang kecil pada akhirnya merubah hidupnya. Dalam film ini Angelina Jolie memang menunjukkan kemampuan nya dalam berakting mulai dari akspresi bahagia, sedih hingga depresi yang dilakoni dengan baik.
Cuman sayangnya film ini dirilis tahun 2008 dan saya telat menontonnya hehehhehe, cukuplah untuk menambah koleksi film.

Tinggalkan Balasan