Fast and Furious 6 (2013)

Keterlibatan Joe Taslim sebagai salah satu aktor dalam Film Fast furious 6 memang cukup meraup animo masyarakat untuk meramaikan bioskop Indonesia. Boleh dibilang dipilihnya Joe untuk mengisi satu slot aktor ini merupakan suatu penghargaan untuk film Indonesia. Betapa tidak sejak launching hari pertama di bioskop seluruh indonesia langsung diserbu pembeli tiket. Catatan saya yang di pekanbaru sampai kehabisan tiket karena saya memilih untuk go show. Padahal sudah ada dua theater yang dibuka. Bahkan mungkin ini menjadi satu pencapaian yang bagus untuk film tersebut karena di salah satu bioskop di pekanbaru sampai menaikkan film FF6 di semua theatre dan menyisakan satu theatre untuk film Indonesia.  Saya kira selain karena kualitas film FF dari masa ke masa yang selalu bisa memacu adrenalin penonton juga karena kehadiran Joe Taslim dalam film tersebut. Terbukti  sewaktu credit title pemain di tayangkan muncul nama Joe Taslim saat itu pula diiringi beberapa suara penonton yang ringan menggema “oooo.. itu diaaahhhh…” .

Fast And Furious 6

Fast And Furious 6

Seperti sekual FF sebelumnya yang masih menampilkan kehebatan mobil-mobil yang garang dan diselingi adegan-adegan action yang menaikkan adrenalin penonton. Namun lain dari biasanya kini Dom brother’s (saya menyebutnya) bukan lagi dikejar2 polisi namun malah membantu polisi dalam penangkapan penjahat/perampok. Selain itu juga letty (Michele Rodrigues) yang hadir kembali dalam film ini setelah dalam sekuel sebelumnya diceritakan telah meninggal dunia. Keberadaan letty yang bergabung dalam kelompok pejahat yang dipimpin Shaw (Luke Evans) menjadi hal yang bisa dimanfaatkan oleh Hoobs sebagai polisi dengan barter apabila penjahatnya tertangkap maka letty akan di serahkan kepada Dom dan bebas bersyarat.

 Dalam film ini ada beberapa adegan yang menurut saya ganjil :

  1. Sewaktu Letty menembak Dom mengenai lengan kanan. Dom tanpa ekspresi kesakitan bahkan mengeluarkan sendiri biji peluru dari lengan nya. (ironman saja sempat meringis sakit lho)
  2. Adegan Tank melewati jalan tol, “menginjak” mobil2, Aksi Roman melilitkan sling ke pucuk tank, sampai puncaknya Dom melompat menangkap letty agar tidak jatuh dari jembatan. (lebay tapi dapat tepukan dari penonton)
  3. Adegan mobil digunakan untuk memperberat pesawat. Berantem diatas mobil yang keangkat pesawat.

Dan lain-lain silahkan dilihat dan boleh kok di tambahkan J

 Beberapa pesan yang  saya tangkap dari film ini:

  1. Kepercayaan

 Selepas ditinggal oleh letty, Dom menjalin hubungan dengan Alena. Namun pada saat foto letty di berikan kepada Dom bahwa letty masih hidup. Alena meyakinkan Dom untuk mendapatkan letty kembali. “ Apabila dia mantan Suamiku maka aku akan mendapatkannya kembali” gitu katanya. (Kalo di Indonesia pasti udah menye-menye bin ngambeg)

 Sewaktu Dom menghampiri Brian dan ngasih tau kalo letty masih hidup. Brian menolak untuk ikut kembali terlibat karena sudah punya anak dan sudah berjanji untuk tobat dan menjadi ayah yg bisa menjaga keluarga. Namun Mia (istri Brian/adik Dom) meyakinkan Brian untuk kembali terlibat karena bila mereka berdua bisa saling menjaga. (Kalo di Indonesia Istrinya udah tutup pintu).

2.       Tanggung Jawab

Brian rela untuk kembali ke Amerika walaupun di sana dia sudah menjadi buron  karena pertanggung jawabannya dahulu dia yang menyebabkan letty masuk kedalam kelompok penjahat sebagai spionase.

3.       Kekuatan keluarga

Dom diolok2 oleh Shaw karena dengan kelompoknya yang sudah dianggap keluarga itu lebih mudah untuk di cari titik lemahnya. namun diakhir cerita mengungkapkan bahwa persatuan dan kepercayaan anggota lebih penting untuk fokus mengalahkan lawan. (ringan sama dijinjing berat sama dipikul kali yak?)

4.       Waspada

Bisa jadi anggota dalam lingkaran kita ada yang memihak lawan sebagai spionase dan sewaktu-waktu dapat mengkhianati.

 OverAll film ini layak untuk ditonton apalagi Joe Taslim mendapat peran dan adegan yang cukup lama pada saat beranten di stasiun walaupun lawannya gak bisa berantem tapi teknik beladiri nya bisa diperlihatkan dengan baik.

Kangen Jogja

djogja, kota kelahiran nan indah. Selalu teringat dan ngangeni banget. Masih selalu terkenang akan udara sejuknya (apalagi dulu waktu berangkat kuliah jam 7 pagi.. BBrrrrr) meskipun sekarang banyak yang mengeluh tentang panasnya jogja (sumber : lini masa berbagai social media). Tetapi Setelah merasakan perantauan ini saya tak pernah lagi merasakan panasnya jogja ketika mudik, tak lebay tapi memang itu kenyataannya tak sedikitpun peluh ini menetes ketika kembali ke pangkuan tanah kelahiran. Bahkan ada satu cuaca yang tak kutemukan di saat ada di perantauan. Bediding, entah benar atau salah tapi begitulah aku menyebutnya di mana waktu siang terasa cukup panas dan di malam hari dingin bukan main karena angin (bukan karena hujan).  Kerinduan akan kampung halaman sebenarnya selalu tersimpan bahkan tak bisa kulupakan sedikitpun, keluarga lah yang terutama menjadi pokok kerinduan. Selain itu begadang theng-theng crit (thenguk-thenguk crito/duduk-duduk bercerita) sama teman-teman seperjuangan pendukung PSIM Jogja yang biasanya thongkrongan di depan KR serta menjajah kuliner wengi (malam hari) turut berperan aktif dalam membangkitkan panji-panji “kangen jogja” begitulah sekilas kehidupan malamku sewaktu masih di jogja sekitar 2009 lalu.

Tugu Jogja Image

Taken From Sowanjogja

Kehidupan malam itu identik dengan kehidupan yang berbau glamour di tempat remang-remang kerlap-kerlip dan dentuman musik yang membahenol.. kabarnya disitu pula dapat menikmati butiran-butiran pasir setan serta wanginya air iblis… tapi aku tak seperti itu, kehidupan malamku bukan di tempat itu… seperti yang disebutkan diatas saya lebih suka menghabiskan malam dengan theng-theng crit. Angkringan kang Jabrik, Angkringan Lik Man (Kopi Jos), Angkringan Kang Sutar (Wirobrajan), Angkringan texas (Sudagaran), nasi rames pedes ngGejayan, Teh poci Lik Man (Bugisan/SMSR), BNG Net (alm.), Wiro Net (isih ono ra yo?), Blossom Net (aku bocahmu dab) Dan masih banyak yg lain (Liane Lali.. ).

Menikmati malam kota jogja, menjadi seperti candu. Tak ada habisnya dan tak ada bosannya. Namun akhir-akhir ini dahi mengernyit dan miris bila mendengar kabar tentang Jogja. Kriminalitas santer diberitakan di tiap-tiap media massa, memang waktu masih tinggal di jogja kasus kriminalitas juga kerap menjadi bahan berita namun yang belakangan terjadi sudah diluar batas kewajaran. Bahkan sudah menjadi headline di Riau Pos maupun Metro Riau yang sehari-hari menjadi bahan baca berita saya yang artinya kasus ini sudah berada dalam tingkat nasional. Mulai dari Kasus penusukan anggota TNI Sertu Sriyono, Penusukan anggota kopassus Sertu Heru Santoso, Penyerbuan di Lapas Cebongan, tak habis disitu masih juga ada perampokan pegadaian dengan derita kerugian sekitar 6M.

Ahhh… entah kapan lagi aku bisa pulang bertemu keluarga, temans serta semilir angin malam jogja. Semoga kasus-kasus diatas bisa segera dituntaskan dan kembali Jogja menghadirkan suasana ramah bagi para tamu dan perantaunya seperti alunan lagu Yogyakarta – KLA Project.

Jogja Never Ending Asia.

 

Kuliner 6.3

Kehidupan orang-seorang pasti berlainan, hanya saja setiap orang pasti membutuhkan hiburan. Salah satu hiburan nya adalah nongkrong di tempat kuliner. Kuliner saat ini bukan hanya tempat untuk ngisi perut semata tapi banyak yang sudah menyusupkan unsur lifestyle dalam kajian kulinernya. Makanan yang lezat, nikmat, dan cita rasa memang menjadi modal utama dalam bisnis ini tapi pasti ada unsur pendukung lain yang nantinya juga bisa sebagai penarik minat pemuja kuliner.

Kuliner yang mengutamakan citarasa biasanya mengesampingkan faktor pendukung tersebut, Sebut saja Gudeg Pawon (Janturan, Yogyakarta) yang pembelinya bisa langsung pesan makanan di dapur, Angkringan Sate (Blimbingsari,Yogyakarta) yang lesehan dengan tikar seadanya penuh mahasiswa, Gulai tapah Muara Basung (Duri, Riau) dan Sop Kaki kambing Pak Kumis (Pekanbaru) dari tempat kuliner di atas tidak memiliki infrastruktur  yang mewah dan lengkap untuk duduk menikmati, tetapi masih menjunjung cita rasa yang disuguhkan setiap harinya sehingga pengunjung pun tetap hilir mudik berdatangan mencicipi masakannya tentunya sebelum pulang bayar dulu.

Sebaliknya ada tempat kuliner yang masakannya biasa-biasa saja tetapi menambah nilai plus dari sisi fasilitas dan pendukungnya, seperti ditambah dengan LCD projector untuk nonton bareng, lokasi berada di lantai atas dengan view kota sekitar, kolam luas dan pemandangan yang asri , sampai kepada desain interior dan keunikannya.

Lantas apa maksud Kuliner 6.3?

Taken From iso.org

6.3 disini bukan berarti versi kuliner terbaru tetapi 6.3 ini saya ambil dari salah satu klausul ISO 9001:2008, dimana ISO 9001 ini mengatur tentang Sistem Manajemen Mutu sebuah organisasi. Untuk mencapai organisasi yang bermutu maka dibutuhkan pemenuhan persyaratan dan salah satu persyaratan dalam point 6.3 adalah Infrastruktur, berikut cuplikannya :

6.3 Infrastruktur

Organisasi harus menetapkan, menyediakan dan memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian dengan persyaratan produk. Infrastruktur termasuk, jika diterapkan :

a.      Bangunan, ruang kerja, dan utilitas terkait.

b.      Peralatan Proses (baik perangkat keras, dan perangkat lunak) dan,

c.       Layanan pendukung (seperti transport dan komunikasi atau sistem informasi)

 

Hubungannya?

Sudah sewajarnya dan lazim tempat kuliner memiliki tempat untuk menggelar dagangannya, tetapi bagaimana dengan utilitas terkait dan layanan pendukungnya?.

Sewaktu kita datang tentunya membutuhkan tempat parkir baik parkir motor maupun parkir mobil. Demikian ketika makanan sudah dihadapan yang kita butuhkan biasanya saos, kecap, sambal. Lain halnya setelah selesai makan kita butuh tissue, tusuk gigi, wastafel. Bahkan di luar itu kita terkadang juga membutuhkan toilet.

 Untuk saos, kecap, sambal, tissue, tusuk gigi cara penyajian dari beberapa tempat pun lain-lain ada yang memang sudah di sediakan di masing-masing meja. Tetapi ada juga yang mejanya bersih namun diberikan bersama dengan menyajikan makanannya. Satu catatan di kopioey warung nya pak Bondan Winarno memadukan kedua hal tersebut, dimana ada sebagian meja yang sudah berisi lengkap kebutuhan tersebut dan ada meja yang kosong/bersih. Mungkin dimaksudkan tidak setiap orang datang untuk makan karena salah satu konsepnya adalah tempat minum kopi :). Lain halnya di Local Pantry (Pekanbaru) Meja bersih dan sarana pendukung di hidangkan bersama makanan yang datang. (NO-ADV)

 

Pengalaman “Nggak enak” terkait dengan kuliner 6.3 yang saya alami:

makan di foodcourt sebuah mall yang cukup terkenal. Tempatnya bersih begitu juga dengan mejanya. Setelah masakan datang saya butuh kecap, namun nihil kala melihat begitu bersihnya meja, sehingga memutuskan untuk memanggil pelayan dan minta untuk diberikan kecap. Karena lama makanya sekalian aja sambil makan dan alhasil tinggal beberapa suap lagi makanan habis kecap pun baru datang… :)

Makan di ayam goreng, karena makannya pakai tangan makanya setelah selesai seriously need wastafel, setelah sampai di wastafel ternyata ohh my god dasarnya transparan karena pakai kaca, jadilah sisa-sisa makanannya entah siapa terlihat , tempat bayar di kasir juga non-AC pakai Kipas dan tempatnya gak kecil jadilah agak-agak bau lembab, dari dua kejadian ini bikin lumayan ilfeel… :)

Tempat jualan steak yang identik dengan warna kuning-hitam, dinding keluar masuk pantry kebetulan berwarna kuning dan jelas terlihat bercak-bercak lima jari yang entah sudah berapa ribu jari yang menempel di dinding itu. Terihat bahwa tidak ada jadwal perawatan dinding. Tapi sekarang udah di cat baru pakai warna item (mungkin biar ga keliatan yak) tapi ga tau kalo di cabang lain :)…

Begitulah pengalaman kuliner 6.3 yang telah saya alami mungkin masih banyak lagi tapi gak mungkin untuk dijabarkan semuanya disini. Memang lain pengusaha lain juga trik bisnisnya. tetapi alangkah bagusnya bila hal seperti ini juga patut dipertimbangkan karena berkaitan langsung dengan kepuasan pelanggan. Atau mungkin sang pemilik sebenarnya sudah menerapkan standar pelayanan yang bagus, tetapi karena miskin pengawasan kepada pelayan menjadikan pelayanan kurang maksimal.

Bagaimana dengan pengalaman kuliner 6.3 anda?

Penjual Peyek

Malam itu sedang asyiknya makan malam di salah satu warung pojokan Sudirman Pekanbaru, beberapa saat setelah pesan makan dan minum. Mata ini tertuju pada salah satu bapak-bapak yang tiba-tiba hadir di warung tersebut, bapak itu bukan seorang penikmat kuliner tapi seorang penjaja Peyek. Berjualan keliling dari warung ke warung di pundaknya bertengger toples besar transparan berisikan peyek yang pada saat itu sudah setengah terisi yang berarti menandakan bahwa dagangannya cukup laku. Langkah gontai dan kulit lusuh mensiratkan bahwa tubuhnya sudah sekian lama diajak berkeliling-keliling kota.

Tertarik oleh tumpukan peyek yang ada dalam toples itu, kusiapkan selembar uang limaribuan, cukup lusuh tapi masih laku untuk transaksi jual beli. “Dapat lima” pikirku sebelum menghampiri Bapak penjual peyek. Bangkit dari dudukku menghampirinya kusapa sekaligus bertanya,

“satunya berapa pak?”,  tanyaku.

“Dua Ribu”, jawab bapak itu dengan tegas.

Setdahhh… koh mahal ya? Biasanya sih seribu rupiah. Akhirnya kuraih dompet dan kucatut tambahan uang seribu rupiah. “Beli tiga, Pak” sambil kusodorkan uang enam ribu rupiah. Setelah kembali ke tempat duduk ku, baru ku amati bapak penjual peyek yang silih berganti didatangi konsumen.

Hasil pengamatan:

  1. Harga cukup mahal, standarnya peyek dengan rasa dan bentuk seperti itu dijual seribu rupiah.
  2. Bapak itu harus berkeliling dari warung ke warung jalan kaki.

Sedikit menyimpulkan Mungkin bapak itu menjual dengan harga yang lebih mahal karena dia harus membawa peyek tersebut, berjalan dari warung ke warung bukanlah urusan yang mudah. Badan capek belum lagi harus menawarkan kepada calon pembeli. Bahkan keesokan harinya saya masih melihat bapak itu keliling menjajakan peyeknya dimana artinya fulltime jualan dari pagi sampai malem keliling door to door nawarin peyek.

Dari kejadian itu saya melihat sebuah ketidak efektifan dalam berjualan, dalam pandangan saya akan lebih bagus bila memiliki beberapa toples berisi peyek yang nantinya dititipkan di warung-warung. Pagi diantar, sore diambil sekaligus di rekap hasil penjualannya. Dengan resiko berbagi keuntungan dengan warung yang dititipi, yang artinya ada kemungkinan penghasilan menurun. Tetapi  bisa diantisipasi dengan menambah jumlah warung yang dititip.

AHHHH… tapi paragraf diatas kan cuman lamunanku, lamunan karena terlalu banyak baca buku pengusaha sukses, tapi tanpa pernah mempraktekkannya. Diluar bagaimana cara berjualannya saya salut sama bapak itu yang sanggup  berkeliling kota untuk mencari nafkah, mungkin bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya. Memiliki modal keberanian untuk berdagang seperti itu patut diacungi jempol, berbeda dengan saya yang sampai sai ini masih saja berkutat sebagai Karyawan.

Bagaimana dengan anda?

 

Blunder

Blunder, biasanya sih dikaitkan dengan kesalahan diri sendiri. Kata ini sering kali digunakan dalam pertandingan sepakbola, untuk menyebut kesalahan yang dilakukan pemain sehingga menjadi penyebab terjadinya gol. Banyak kasus blunder dilakukan oleh kiper tetapi berbeda dengan pertandingan pagi tadi antara Manchester United Versus Real Madrid dalam Liga Champion, yang disiarkan oleh SCTV langsung dari Stadion Old Trafford, yang berakhir dengan kemenangan Real madrid 1-2 dengan hasil tersebut Real Madrid lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 2-3.

Blunder pertama

Dilakukan oleh Sergio Ramos, saat akan menghalau bola tendangan Nani di depan gawang namun salah antisipasi sehingga bola malahan masuk ke gawang sendiri. Kesalahan yang cukup fatal karena berujung memberikan keuntungan untuk tim lawan.

Blunder kedua

Ketika Nani dan pemain Real Madrid sama-sama memperebutkan bola liar, pemain Real Madrid datang dari belakang ketika Nani mengangkat kaki, bila dilihat memang sepertinya bukan murni kesalahan Nani namun kaki yang menghunjam perut sepertinya menjadikan alasan wasit untuk memberikan kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat Manchester United kocar-kacir dan akhirnya kebobolan dua gol. Ternyata blunder kedua ini lebih fatal dari blunder pertama.

Blunder siapa

Jadi siapa yang melakukan blunder ini? Apakah Nani yang bermain kurang perhitungan ataukah wasit yang seharusnya tidak memberikan kartu merah.  Karena bagi saya pertandingan tadi lebih banyak ditentukan oleh blunder.  Dan mungkin akan menyisakan kontroversi.

#Walaupun di dalam permainan sepak bola banyak kasus blunder, tapi jangan menyebut bola itu blunder, karena seperti yang kita lihat bahwa sebenarnya bola itu bulat..  (Nge-junk)

Hidup Adalah Pilihan

B

eberapa waktu lalu sudah senyum-senyum liat pegawai SPBU yang nggak nggenah, sekarang giliran saya sendiri yang sebel. Bukan sebel sama pegawai SPBU tapi saya sebel sama Tukang Parkir. Masih teringat dalam ingatan beberapa waktu lalau ada seorang tukang parkir yang begitu rajinnya dalam mengais rejeki, Bahkan saat saya akan memarkir motor tiba2 bapak  bilang “Biarkan disitu saja pak, gak usah di kunci stang. Biar nanti saya atur” begitu juga saat akan mengambil motor bapak itu kembali bilang “Yang mana motornya biar saya ambilkan” dan tinggal bayar kita sudah diberi fullservice.

Tetapi pemandangan diatas berbeda dengan yang beberapa waktu lalu saya temui, seorang tukang parkir masih muda, sewaktu saya masuk ke tempat parkir dia sudah duduk di atas jok salah satu motor, dan begitu melihat saya dia hanya memberikan aba2 dari atas motos sambil bilang stop (dalam arti parkir disitu saja). kemudian setelah saya keluar saya kasih uang parkir, dia berdiri dan hanya melihat dari kejauhan. :)

Lain lagi sewaktu beli pecel lele, Istri turun buat beli pecel lele, karena dibungkus makanya saya gak turun dari motor dan milih menunggu di samping tenda, ehhhh giliran mau cabut tiba2 ada tukang parkir minta uang parkir. Haduuhh ….

Terlebih lagi kalau parkir mobil (pinggir jalan) sewaktu saya parkir tidak nampak satu pun tukang parkir disitu, begitu juga saat keluar. Cari-cari tukang parkir sambil sesekali klakson tak juga nampak batang hidungnya, kupikir memang tak ada tukang parkirnya. Memundurkan mobil tanpa ada aba-aba susah payah monitor kanan-kiri. Ehh giliran udah jalan pelan tiba2 ada suara priiitttt..priiittt.. priiiiittt. Bukan polisi, tapi seragam rompi oranye yang sudah mudar menjadi kuning. Haduuuhhhh…. Kemana aja bangggg…… Biasanya kalau udah kayak gitu niat banget buat iseng uang parkir gak langsung dikasih tapi majuin mobil dulu agak jauh baru deh uang parkir nongol ke jendela :)

Kalau mau komplein toh juga harganya tak seberapa, tapi kalu gak di komplein kok ya terlalu… Dan mereka juga gak pakai karcis sehingga ada kemungkinan juga gak bayar pajak ke negara..

Apa Artinya ??Jalan mana yang akan dipilih itu semua tergantung dari diri kita karena Hidup adalah pilihan,

(Lagi) Peduli Pegawai SPBU

Hari minggu lalu, jalan cari sarapan mie ayam sama lontong pecal :). Hari itu lagi gak kompak karena saya lagi pengin mie ayam dan istri saya minta nya lontong pecal. Jalan sebentar, lirik-lirik indikator BBM kok hampir menyentuh huruf E. yang dalam bahasa jawanya “Entek”, Buru-buru nyari SPBU buat ngisi premium.

Masuk ke SPBU sudah ada dua motor yang ngantri ngisi, Diawali dengan Ibu-Ibu dan di amini bapak-bapak separo baya. Tapi kok ada yang aneh ya? jok motor ibu itu kok tertutup? sudah isi BBM belum ya? kalo sudah kenapa harus lama majuin motornya? sebentar mengamati keanehan itu.

Setelah ibu tersebut meninggalkan area SPBU, mbak-mbak pegawai SPBU nya malah ngakak sambil ngomong “Dimana-mana SPBU sama…, dibulatkan keatas. masak cuman 800 rupiah aja diminta?”  tertawanya lepas sampai nampak gigi-giginya yang artistik kekuning-kuningan.  Seketika itu terjawab sudah pertanyaan saya semula.. oooOOOooo itu toh masalahnya..

Kasus seperti ini sudah lama saya amati, dan sepertinya pegawai-pegawai SPBU memang enggan untuk memberikan kembalian yang hanya beberapa ratus perak. Tetapi bukankan yang sedikit itu adalah hak orang lain? seperti itukah cara pegawai SPBU itu mendapatkan penghasilan tambahan? saya kira ini sudah menjadi rahasia umum. Bagaimana ibu-ibu tersebut meminta kembalian berarti menyelamatkannya dari jurang neraka, tapi apa daya malah cemoohan dan tertawaan yang keluar dari mulutnya, Hal ini yang menyimpan kesedihan tersendiri buat saya.

Dan sudah sejak lama saya tidak mengisi BBM full tank, melainkan dengan pecahan 10.000 rupiah agar tidak terjadi seperti hal diatas.

Bagaimana dengan anda masdab?
Mari kita selamatkan pegawai SPBU
#BloggerPeduliPegawaiSPBU

Monumen Nasional


Banyak blog travelling bertebaran di dunia maya, meniti langkah dari sabang sampai merauke bahkan sampai ke negri yang nun jauh disana. Tapi dari berbagai blog itu miskin sekali yang bahas tentang monas. Padahal sejatinya monas yang sekarang ini ada di jakarta itu diharapkan bisa sebagai pancang Indonesia dan seakan-akan bilang “Gue Indonesia maannnn”.

Tercatat dalam ingatanku terakhir kali mengunjungi monas kala SMP (kira-kira tahun 1997 an lahh) sambil study tour yang waktu itu mengambil venue seputaran jakarta. Monumen yang diresmikan 12 Juli 1975 dengan tinggi 132 meter itu memang menjadi fenomena tersendiri bagi Indonesia. Selain ujung monumen yang konon kabarnya bersepuh emas.

Iseng aja hari ini browsing wikipedia nyari info monumen nasional, ehhh lah kok tiba di kalimat awal udah berganti bukan lagi monumen nasional tapi jadi monumen anas… :) makanya wikipedia sudah tidak diakui lagi sebagai referensi karena orang bisa sesuka hati edit informasinya yg kapan saja bisa berubah sesuka hati pemirsa. diluar konteks wikipedia memang sekarang ini sedang hangat-hangatnya isu tentang Mas Anas Urbaningrum (MAU). hal ini di awali dari perkataan MAU yang rela digantung di Monas kalau terbukti korupsi. dan KPK pun ternyata WANI untuk menetapkan MAU sebagai tersangka korupsi.

Dengan penetapan MAU sebagai tersangka, sontak socmed seperti FB dan Twitter ramai ngebahas ttg MAU, dari mulai menghujat hingga ada yang nagih gantungan :) tapi selayaknya dilihat dulu akhir cerita nanti. meskipun tersangka kan masih ada proses yg harus dijalani dan ada juga asa praduga tak bersalah. Jadi sabar dulu yaa.. walaupun sabar tapi saya juga penasaran kok

Penasaran apakah monas akan menjadi monumen untuk mengenang mas anas.

Apakah masdab semua juga penasaran?

Kebanan


K ebanan (Istilah Jawa) , atau lebih kondang dinamakan ban bocor. Barusan sial banget tiba-tiba ban belakang bergoyang-goyang. Berhenti sebentar cek roda belakang ternyata udah separo kempes…. mana hujan dari pagi mengguyur deras hampir seluruh kota ini dari ujung ke ujung. Tengak-tengok kanan-kiri mencari secercah harapan tukang tambal ban. Alhamdulillah di seberang jalan ada tambal ban, jadi ga perlu jauh-jauh buat “nggladak” motor ini.

Di sebelah pertigaan itu terparkir satu motor bebek yg telah dimodif dengan gandengan disisi kiri, layaknya vespa touring nan legendaris, cuma beda di sebelah kiri motor ini adalah kompressor angin tertutup dengan mantel, maklum siang ini hujan cukup deras mengguyur kota. Kulihat sekitar mencari tahu mana tukang tambal ban itu. kuterka di ujung sana ada seorang lelaki berjongkok seperti menunggu limpahan rejeki dari Tuhan. Dan tak salah lelaki itu memberikan isyarat dengan sedikit menengadahkan kepala, sedangkan aku menjawab dengan memanyunkan mulut dan seakan-akan berteriak “BOCOR”. Seketika lelaki itu beranjak dari jongkoknya meraih topi biru, saya yakin itu topi kesayangannya karena sedikit kumal dan nampak sudah klop sekali dengan lingkar kepalanya. Terjadilah transaksi singkat kecil-kecilan di sertai rintik hujan. “Ganti ban dalam berapa, Bang?” ucapku segera, “Yang bagus 35 ribu” sahutnya. Alhasil jadilah ijab qobul antara pembeli dan penjual yang syah. Padahal saya gak tau persis apakah bocor atau cuman gembos, tapi dengan kondisi yang tiba-tiba tekanan ban jadi setengah itu membuat saya memutuskan untuk ganti ban dalam, sekaligus pertimbangan lebih cepat mengganti dari pada menambal.

Di emperan sebuah ruko yang entah mengapa hari itu tidak buka, ku tunggu lelaki itu membuka masing-masing baut dengan ligatnya. saking ligatnya seakan-akan tanpa melihat pun tangannya terampil memainkan kunci-kunci itu. Saat pelan memutar roda tiba-tiba seberkas gerakan tangannya mencabut benda yang menancap di roda itu, dan firasatku tak lain itu adalah PAKU. Setelah selesai memang kutanya dan memang benar bocor karena tertusuk paku.

Entah mengapa sampai hari ini  aku masih merasa janggal ketika ban motor bocor karena paku, terlebih ketika beberapa media memberitakan tentang sebar paku seperti pada postingan saya sebelumnya. Lokasi yang dekat dengan tukang tambal ban serta penampilan tukang tambaln yang kanan kiri pakai anting itu semakin membuat bertanya-tanya “apa benar paku ini sengaja disebar?”.  Ahhhh… tapi aku tak mau larut dalam pemikiran negatif seperti itu karena akupun jarang melakukan Pre-Trip Inspection sebelum menggerakkan motorku, biasanya cuman hidupin sebentar sambil geber-geber kalo gak ada yang aneh, langsung tancap. Jadi gak tau sejak kapan sih paku itu nancep di ban motor, sapa tau sudah sejak malem gitu. :) .

Dua hal yang perlu disyukuri dalam kejadian tadi:

  1. Lokasi tambal ban yang gak jauh, sehingga gak capek nuntun motor.
  2. Untung pas bawa duit cukup buat ganti ban dalam :).

Dua hal yang perlu diperhatikan dalam kejadian tadi :

  1. Lakukan pengecekan kendaraan sebelum pergi (Pre-Trip Inspection).
  2. Sebaiknya gak usah dandan kayak preman, karena akan terjadi pikiran buruk kepadamu. :)

Happy Blogging

Blogging Gratis

Setelah beberapa waktu lalu nge-post tentang Alasan kenapa nge-Blog Sekarang giliran pembeberan gimana caranya nge-blog. Buat yang sudah lama nge-blog dan yang tidak sejalan dengan isi postingan ini jangan protes lho yaaa? Karena ini murni pemahaman mendasar buat nge blog, dan pehaman ini secara sengaja saya sempitkan :)

Dari booming nya aktifitas di Social Media layaknya Facebook dan Twitter, setiap orang ramai2 bikin akun di social media tersebut. Bahkan kalo ga punya akun tersebut bisa dikatakan kagak gaahhhoolll.
namun sayangnya social media yang identik dengan istilah “update status” itu sedikit disalahgunakan dengan nge-blog di social media tersebut. Contohnya banyak “update status” yang terpotong dan harus berurusan dengan “Continue Reading” atau “See More”  bahkan bila di klik akan scrolling sampai beberapa halaman. Kalo “nge-tweet” lain lagi, ada yang “ngetweet” berseri pake nomor segala dan biar gak malu sekaligus biar agak keren disebutnya sebagai “kul-tweet” maksudnya kuliah tweet kali ya..

Kalo afanrida sih hanya bisa mendoakan agar yang seperti itu segera diberikan Hidayah tanpa repot2 harus nonton sinetron dan segera dikembalikan ke jalan yang benar. Yang sudah punya blog tinggal kembali nulis di blognya, yang belum punya blog bisa ndaftar gratis ke layanan penyedia blog gratis.

Gratisan

Buat apa cari yang bayar kalo ada yang gratisan :), singkat cerita sudah banyak penyedia layanan blog yang dapat kita nikmati tanpa biaya. Hanya bermodalkan koneksi internet dan email untuk mendaftar, berikut beberapa yang afanrida rekomendasikan untuk nge-blog :

  1. Blogger/Blogspot

Blogger

Setelah di akuisisi oleh google sepertinya blogspot menjadi lebih berkembang dan banyak penggunanya. Daftarnya mudah dengan modal email gmail. Sebenarnya dengan satu modal email di gmail kita bisa mendapat beberapa layanan di google yang berhubungan dengan aktifitas blogging termasuk webmaster tool, google reader dan lain2. Keuntungannya Karena layanan ini milik google menurut saya menjadikannya lebih mudah terindex oleh google search. Setelah terdaftar domain yg menyertainya adalah nama_akun.blogspot.com

  1. WordPress.com

Wordpress

Layanan yang di kembangkan oleh wordpress foundation dan bisa di daftar secara gratis. Dengan domain Nama_akun.wordpress.com anda bisa menikmati layanan back end (admin form) lebih rapi dibandingkan blogspot, juga pilihan theme yang lebih banyak. Keuntungannya karena dukungan komunitas yang bagus maka banyak pengembangan theme, plugin dan widget. Karena terbatasnya gerak dalam instalasi plugin/widget biasanya pemilik akun wordpress.com upgrade/pindah ke layanan wordpress self hosting yang lebih bebas berkspresi. :)

  1. Blogdetik.com

blogdetik

Alasan saya menyertakan blogdetik disini karena layanan ini disediakan di Indonesia, dan dukungan komunitasnya juga sudah banyak. Menggunakan engine wordpress sehingga back end dan fasilitasnya mirip dengan wordpress. Dengan domain Nama_akun.blogdetik.com.

 

Sebenarnya masih banyak layanan blog gratis yang bisa masdab daftar, Namun seperti tujuan posting ini sengaja informasinya disempitkan karena menurut afanrida yang disebutkan diatas sudah cukup untuk membuat capek ngeblog.

Happy Blogging. Posting.. Posting… Posting…