Sertifikasi

Asean blogger membuat kontes blog sepuluh hari posting dengan tajuk #10daysforASEAN. Banyak yang mengikuti, ada ratusan yang sudah terdaftar dalam kontes tersebut. Topik/tema yang harus dipenuhi pun cukup berkelas, dan tentunya masih berhubungan dengan ke-ASEANan.  

Dari tema tersebut saya tertarik dengan tema pertama yang mengusung bahasan mengenai “ekspansi salon thailand bersertifikasi internasional” apakah keberadaannya akan menggusur salon lokal dalam negri. Yang menjadi ketertarikan saya adalah mengenai sertifikasinya. Namun tak juga disebutkan mengenai jenis sertifikasi yang dugunakan oleh salon tersebut. Apakah sertifikasi terkait dengan kompetensi karyawannya atau sertifikasi terkait organisasi salon tersebut.  

Yang menjadi kekhawatiran banyak kontestan salon tersebut memiliki potensi menggusur keberadaan salon lokal yang ada disekitar kita, apalagi ditambah dengan embel-embel sertifikat internasional dan pada kenyataannya thailand cukup menarik perhatian untuk kawasan asia tenggara sampai-sampai kita tak bisa mengatahui mana yang perempuan beneran dan mana yang KW, karena saking miripnya hingga boleh saya katakan KW Super. :) 

Dari beberapa kontestan ada yang optimis salon lokal mampu bersaing dengan syarat harus mau belajar, berbenah, tingkatkan kompetensi dll. Tapi ada juga yang menolak dengan dalih mematikan usaha dalam negri dll.  

Bagi saya pribadi, untuk mengikuti arus globalisasi dan pasar bebas sebuah organsasi harus mengerti kebutuhan pelanggan, termasuk  jenis sertifikasi yang dibutuhkan dan bagaimana penerapannya. Jenis sertifikasi untuk kebutuhan bisnis salon memang belum dipaparkan lebih jauh oleh para kontestan dan saya sendiri pun belum tahu jenis sertifikasi tersebut. Namun menilik keberadaan salon sbagai sebuah organisasi yang memberikan jasa maka ISO9001:2008 yang mengatur tentang Sistem Manajemen Mutu bisa diterapkan sebagai salah satu persyaratan yang dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Bahkan kompetensi karyawan juga termasuk salah satu konsen dalam iso 9001:2008 ini. 

Berikut ini Gambaran umum dari persyaratan iso 9001 

Pasal 4. Persyaratan dan dokumentasi sistem manajemn mutu. Hasilnya adalah adanya kebijakan mutu, sasaran mutu, pedoman/manual mutu, prosedur mutu (SOP), catatan penerapan SMM. 

Pasal 5. Tanggung jawab manajemen. Hasilnya adalah adanya kebijakan mutu, sasaran mutu, tinjauan manajemen, menjamin tersedianya sumberdaya, fokus pada kepuasan pelanggan, penunjukan management representatif.  

Pasal 6. Manajemen sumber daya. Hasilnya adalah karyawan harus kompeten berdasarkan pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman. Evaluasi kinerja dan pelatihan. Menetapkan, menyediakan, dan memelihara infrastruktur. Menetapkan dan mengelola lingkungan kerja. 

Pasal 7. Realisasi produk. Hasilnya adalah pemantauan, pengukuran, inspeksi (produk yg digunakan), persyaratan perundangan, informasi produk, umpan balik pelanggan, evaluasi dan pemilihan pemasok/supplier, evaluasi supplier, informasi pembelian. 

Pasal 8. Pengukuran, analisis dan peningkatan. Hasilnya adalah pengukuran kepuasan pelanggan, audit internal, pemantauan/pengkuran proses dan produk, pengendalian ketidaksesuaian, analisa data, peningkatan berkelanjutan. 

Nah, diatas adalah gambaran umum dari organisasi yang menerapkan SMM, untuk persyaratan lebih lengkap download disini.  

Dengan mengerti kriteria persyaratan suatu standar, bisa  dukur penerapannya oleh organisasi yang ingin memeperbaiki kualitas manajemn organisasinya. Dan kembali lagi penerapan itu juga harus didukung oleh manajemn puncak organisasi karena tak jarang perusahaan yang telah memiliki sertifikat iso 9001 belum juga menerapkan persyaratan tersebut dengan baik dan masih banyak kekurangannya. 

Selain persyaratan iso juga ada persyaratan terkait 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin Yang diambil dari 5S yang berasal dari jepang. Dengan penerapan 5R ini diharapkan sebuah organisasi dapat tertata rapi secara visual maupun penelusuran sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang sehari-harinya hilir mudik mengunjungi tempat usaha yang kita buka. 

Jadi kembali lagi kepada persoalan diatas, Apakah salon lokal mampu bersaing? Jawabnya adalah mampu selagi Manajemen memiliki komitmen untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh pelanggan. 

Bagaimana dengan komitmen manajemen perusahaan anda?

7 thoughts on “Sertifikasi

  1. Mugniar

    Untung mampu bersaing mesti ada sistem yang mengaturnya, dalam hal apapun. Mudah2an pemerintah bisa menyosialisasikannya sampai ke masyarakat bawah, ke tukang2 cukur kecil, salon2 kecil kayak di dekat rumah saya ini (rumah saya dalam gang).

    Betul Buk, kadang pemerintah getol sosialisasi hanya masalah kredit yang kalau gak hati2 perhitungannya bisa bikin bangkrut. tetapi bagaimana cara memasarkan dan mempertahankan produk belum terjamah pemerintah..

    Reply
    1. Mugniar

      Berarti komitmennya kurang ya :)

      Komitmen dari manajemen itu sangat penting, bisa dilihat dari perhatian dan dukungannya. Kalau tidak ada dukungan pasti tak akan jalan.. :)

      Reply
  2. dihas

    kalo bisa mah pemerintah harus bisa melindungi rakyatnya terutama dalam keterkaitan bahan pokok…..
    sing penting ikuu…

    betul mas, yang penting yang pokok pokok

    Reply
  3. keke naima

    yg bikin usaha suka sulit berkembang atau bahkan gagal krn masala manajemen yg kurang baik, ya :)

    Itu salah satunya mbak, KEnyamanan juga berpengaruh pada usaha jasa seperti itu.

    Reply
  4. rawins

    sertifikasi pada dasarnya bagus. tapi kalo beneran pasar bebas diterapkan, pemerintah siap belum dengan salon berlabel menengah kebawah. kayaknya mereka musti dibantu agar mampu meraih itu.

    Pemerntah memang harus memperhatikan UKM, sekarang sudah banyak kampanyenya namun hasilnya belum terasa (menurutku). yang dikhawatirkan terkait pasar bebas, harga jual yang bisa jadi tinggi hingga masyarakat menjadi terkotak-kotak, yang gak kuat beli ya harus terima apa adanya (ngenes)

    Reply

Tinggalkan Balasan