Monthly Archives: June 2013

Persahabatan Versus Belanda


Berakhir sudah drama persahabatan antara Indonesia Versus Belanda diatas lapangan hijau. Meskipun berakhir dengan tragis dimana Timnas kebanggan Indonesia harus menyerah dengan tiga gol tanpa balas. Saya sih nggak mau bahas masalah permainan timnas Indonesia, karena bagi saya menang atau kalah timnas tetep layak untuk ditonton (Arogan banget ya ??) cuman yang menjadi perhatian saya bahwa animo masyarakat untuk berduyun-duyun ke Gelora Bung Karno sudah kembali kepada bentuk yang mendekati normal. Dalam artian sudah riuh dengan suara suporter (berbeda dengan penampilan timnas beberapa waktu lalu yang sepi penonton). Ini menandakan bahwa bukan hanya daya jual tim lawan ( sekelas belanda ) yang menjadi daya tarik penonton untuk memenuhi GBK namun juga diliputi dengan kebanggaan mendukung anak bangsa terbaik dalam bidang sepakbola ini. Buktinya tim yang dihadirkan beberapa waktu lalu juga termasuk tim besar seperti Inter Milan, timnas Uruguay, Dll. Namun hal itu juga belum mampu menarik minat masyarakat.

Bukan Indonesia kalao tak meninggalkan masalah J, tiba-tiba berita santer terdengar manakala timnas tak bisa menggunakan jersey utama. Sontak seisi jagat social media mengutuk kejadian ini layaknya mexican wave di tribun penonton. Warna merah yang menggambarkan keberanian yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa diikuti dengan nama besar “Garuda di dadaku” gagal dipakai timnas. Urusannya adalah miskomunikasi. Sepele namun cukup membuat kecewa penonton, hal ini menjadi tidak mudah untuk diterima manakala sejarah kembali diubek-ubek dan masih terngiang 350 tahun dijajah Belanda, bahkan sempat tersebut “masih juga terjajah Belanda”. Karena wajarnya tim tuan rumah lebih berhak menentukan jersey yang akan dipakai namun kali ini lagi-lagi Indonesia dipaksa untuk “menyerah”. Sehingga putih hijaulah yang menjadi jersey Indonesia malam tadi. Tapi coba kita lihat screenshoot berikut

 

Robin Van Persie - afanrida.com

Robin Van Persie – afanrida.com

Screenshoot yang saya ambil sendiri saat pertandingan Indonesia Vs Belanda. Di dada kiri jersey Belanda terdapat lambang KNVB (PSSI nya Belanda) dan dibawahnya adalah dua bendera negara yang sedang bertanding dan disitu terdapat bendera Indonesia dan Belanda. (ini seperti jersey pada saat piala eropa beberapa waktu lalu). Jadi menurut saya  dari jersey ini, Belanda sudah mempersiapkan pertandingan persahabatan ini dengan baik, dan ini saya rasa sudah merupakan suatu bentuk penghormatan terhadap Indonesia sebagai tim lawan. Saya nggak tau apakah di jersey merah timnas juga menempelkan bendera dua negara? Karena di jersey Indonesia yang warna putih tidak ada benderanya. Saya bayangkan betapa bahagianya pemain yang dapat bertukar jersey dengan Belanda karena keunikan ini.

Dilain pihak digelarnya pertandingan seperti ini akan memunculkan potensi-potensi pesepakbola yang mencuri perhatian. Beberapa waktu lalu Andik Vermansyah sempat mencuri perhatian publik namun malam tadi Kurnia Meiga sang penjaga gawang menjadi perhatian publik manakala beberapa kali aksinya mampu menggagalkan peluang Belanda untuk mencetak gol. Bejibaku dengan semangat tinggi di bawah mistar gawang menjadikan Kurnia meiga patut diacungi jempol meski kebobolan 3 gol, bahkan Luis Van Gaal sempat memujinya. WoW sekali yaa..

Harus diakui level permainan memang jauh dibanding dengan lawan yang dihadapi tapi ujicoba harus terus di lakoni untuk menambah jamterbang dan skill timnas. Yang paling penting gelaran yang seperti ini memang murni seperti koar PSSI untuk memajukan sepakbola Indonesia bukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan sebagian orang. Wallahu A’lam Bishawab.

Fast and Furious 6 (2013)

Keterlibatan Joe Taslim sebagai salah satu aktor dalam Film Fast furious 6 memang cukup meraup animo masyarakat untuk meramaikan bioskop Indonesia. Boleh dibilang dipilihnya Joe untuk mengisi satu slot aktor ini merupakan suatu penghargaan untuk film Indonesia. Betapa tidak sejak launching hari pertama di bioskop seluruh indonesia langsung diserbu pembeli tiket. Catatan saya yang di pekanbaru sampai kehabisan tiket karena saya memilih untuk go show. Padahal sudah ada dua theater yang dibuka. Bahkan mungkin ini menjadi satu pencapaian yang bagus untuk film tersebut karena di salah satu bioskop di pekanbaru sampai menaikkan film FF6 di semua theatre dan menyisakan satu theatre untuk film Indonesia.  Saya kira selain karena kualitas film FF dari masa ke masa yang selalu bisa memacu adrenalin penonton juga karena kehadiran Joe Taslim dalam film tersebut. Terbukti  sewaktu credit title pemain di tayangkan muncul nama Joe Taslim saat itu pula diiringi beberapa suara penonton yang ringan menggema “oooo.. itu diaaahhhh…” .

Fast And Furious 6

Fast And Furious 6

Seperti sekual FF sebelumnya yang masih menampilkan kehebatan mobil-mobil yang garang dan diselingi adegan-adegan action yang menaikkan adrenalin penonton. Namun lain dari biasanya kini Dom brother’s (saya menyebutnya) bukan lagi dikejar2 polisi namun malah membantu polisi dalam penangkapan penjahat/perampok. Selain itu juga letty (Michele Rodrigues) yang hadir kembali dalam film ini setelah dalam sekuel sebelumnya diceritakan telah meninggal dunia. Keberadaan letty yang bergabung dalam kelompok pejahat yang dipimpin Shaw (Luke Evans) menjadi hal yang bisa dimanfaatkan oleh Hoobs sebagai polisi dengan barter apabila penjahatnya tertangkap maka letty akan di serahkan kepada Dom dan bebas bersyarat.

 Dalam film ini ada beberapa adegan yang menurut saya ganjil :

  1. Sewaktu Letty menembak Dom mengenai lengan kanan. Dom tanpa ekspresi kesakitan bahkan mengeluarkan sendiri biji peluru dari lengan nya. (ironman saja sempat meringis sakit lho)
  2. Adegan Tank melewati jalan tol, “menginjak” mobil2, Aksi Roman melilitkan sling ke pucuk tank, sampai puncaknya Dom melompat menangkap letty agar tidak jatuh dari jembatan. (lebay tapi dapat tepukan dari penonton)
  3. Adegan mobil digunakan untuk memperberat pesawat. Berantem diatas mobil yang keangkat pesawat.

Dan lain-lain silahkan dilihat dan boleh kok di tambahkan J

 Beberapa pesan yang  saya tangkap dari film ini:

  1. Kepercayaan

 Selepas ditinggal oleh letty, Dom menjalin hubungan dengan Alena. Namun pada saat foto letty di berikan kepada Dom bahwa letty masih hidup. Alena meyakinkan Dom untuk mendapatkan letty kembali. “ Apabila dia mantan Suamiku maka aku akan mendapatkannya kembali” gitu katanya. (Kalo di Indonesia pasti udah menye-menye bin ngambeg)

 Sewaktu Dom menghampiri Brian dan ngasih tau kalo letty masih hidup. Brian menolak untuk ikut kembali terlibat karena sudah punya anak dan sudah berjanji untuk tobat dan menjadi ayah yg bisa menjaga keluarga. Namun Mia (istri Brian/adik Dom) meyakinkan Brian untuk kembali terlibat karena bila mereka berdua bisa saling menjaga. (Kalo di Indonesia Istrinya udah tutup pintu).

2.       Tanggung Jawab

Brian rela untuk kembali ke Amerika walaupun di sana dia sudah menjadi buron  karena pertanggung jawabannya dahulu dia yang menyebabkan letty masuk kedalam kelompok penjahat sebagai spionase.

3.       Kekuatan keluarga

Dom diolok2 oleh Shaw karena dengan kelompoknya yang sudah dianggap keluarga itu lebih mudah untuk di cari titik lemahnya. namun diakhir cerita mengungkapkan bahwa persatuan dan kepercayaan anggota lebih penting untuk fokus mengalahkan lawan. (ringan sama dijinjing berat sama dipikul kali yak?)

4.       Waspada

Bisa jadi anggota dalam lingkaran kita ada yang memihak lawan sebagai spionase dan sewaktu-waktu dapat mengkhianati.

 OverAll film ini layak untuk ditonton apalagi Joe Taslim mendapat peran dan adegan yang cukup lama pada saat beranten di stasiun walaupun lawannya gak bisa berantem tapi teknik beladiri nya bisa diperlihatkan dengan baik.