Monthly Archives: February 2013

(Lagi) Peduli Pegawai SPBU

Hari minggu lalu, jalan cari sarapan mie ayam sama lontong pecal :). Hari itu lagi gak kompak karena saya lagi pengin mie ayam dan istri saya minta nya lontong pecal. Jalan sebentar, lirik-lirik indikator BBM kok hampir menyentuh huruf E. yang dalam bahasa jawanya “Entek”, Buru-buru nyari SPBU buat ngisi premium.

Masuk ke SPBU sudah ada dua motor yang ngantri ngisi, Diawali dengan Ibu-Ibu dan di amini bapak-bapak separo baya. Tapi kok ada yang aneh ya? jok motor ibu itu kok tertutup? sudah isi BBM belum ya? kalo sudah kenapa harus lama majuin motornya? sebentar mengamati keanehan itu.

Setelah ibu tersebut meninggalkan area SPBU, mbak-mbak pegawai SPBU nya malah ngakak sambil ngomong “Dimana-mana SPBU sama…, dibulatkan keatas. masak cuman 800 rupiah aja diminta?”  tertawanya lepas sampai nampak gigi-giginya yang artistik kekuning-kuningan.  Seketika itu terjawab sudah pertanyaan saya semula.. oooOOOooo itu toh masalahnya..

Kasus seperti ini sudah lama saya amati, dan sepertinya pegawai-pegawai SPBU memang enggan untuk memberikan kembalian yang hanya beberapa ratus perak. Tetapi bukankan yang sedikit itu adalah hak orang lain? seperti itukah cara pegawai SPBU itu mendapatkan penghasilan tambahan? saya kira ini sudah menjadi rahasia umum. Bagaimana ibu-ibu tersebut meminta kembalian berarti menyelamatkannya dari jurang neraka, tapi apa daya malah cemoohan dan tertawaan yang keluar dari mulutnya, Hal ini yang menyimpan kesedihan tersendiri buat saya.

Dan sudah sejak lama saya tidak mengisi BBM full tank, melainkan dengan pecahan 10.000 rupiah agar tidak terjadi seperti hal diatas.

Bagaimana dengan anda masdab?
Mari kita selamatkan pegawai SPBU
#BloggerPeduliPegawaiSPBU

Monumen Nasional


Banyak blog travelling bertebaran di dunia maya, meniti langkah dari sabang sampai merauke bahkan sampai ke negri yang nun jauh disana. Tapi dari berbagai blog itu miskin sekali yang bahas tentang monas. Padahal sejatinya monas yang sekarang ini ada di jakarta itu diharapkan bisa sebagai pancang Indonesia dan seakan-akan bilang “Gue Indonesia maannnn”.

Tercatat dalam ingatanku terakhir kali mengunjungi monas kala SMP (kira-kira tahun 1997 an lahh) sambil study tour yang waktu itu mengambil venue seputaran jakarta. Monumen yang diresmikan 12 Juli 1975 dengan tinggi 132 meter itu memang menjadi fenomena tersendiri bagi Indonesia. Selain ujung monumen yang konon kabarnya bersepuh emas.

Iseng aja hari ini browsing wikipedia nyari info monumen nasional, ehhh lah kok tiba di kalimat awal udah berganti bukan lagi monumen nasional tapi jadi monumen anas… :) makanya wikipedia sudah tidak diakui lagi sebagai referensi karena orang bisa sesuka hati edit informasinya yg kapan saja bisa berubah sesuka hati pemirsa. diluar konteks wikipedia memang sekarang ini sedang hangat-hangatnya isu tentang Mas Anas Urbaningrum (MAU). hal ini di awali dari perkataan MAU yang rela digantung di Monas kalau terbukti korupsi. dan KPK pun ternyata WANI untuk menetapkan MAU sebagai tersangka korupsi.

Dengan penetapan MAU sebagai tersangka, sontak socmed seperti FB dan Twitter ramai ngebahas ttg MAU, dari mulai menghujat hingga ada yang nagih gantungan :) tapi selayaknya dilihat dulu akhir cerita nanti. meskipun tersangka kan masih ada proses yg harus dijalani dan ada juga asa praduga tak bersalah. Jadi sabar dulu yaa.. walaupun sabar tapi saya juga penasaran kok

Penasaran apakah monas akan menjadi monumen untuk mengenang mas anas.

Apakah masdab semua juga penasaran?

Kebanan


K ebanan (Istilah Jawa) , atau lebih kondang dinamakan ban bocor. Barusan sial banget tiba-tiba ban belakang bergoyang-goyang. Berhenti sebentar cek roda belakang ternyata udah separo kempes…. mana hujan dari pagi mengguyur deras hampir seluruh kota ini dari ujung ke ujung. Tengak-tengok kanan-kiri mencari secercah harapan tukang tambal ban. Alhamdulillah di seberang jalan ada tambal ban, jadi ga perlu jauh-jauh buat “nggladak” motor ini.

Di sebelah pertigaan itu terparkir satu motor bebek yg telah dimodif dengan gandengan disisi kiri, layaknya vespa touring nan legendaris, cuma beda di sebelah kiri motor ini adalah kompressor angin tertutup dengan mantel, maklum siang ini hujan cukup deras mengguyur kota. Kulihat sekitar mencari tahu mana tukang tambal ban itu. kuterka di ujung sana ada seorang lelaki berjongkok seperti menunggu limpahan rejeki dari Tuhan. Dan tak salah lelaki itu memberikan isyarat dengan sedikit menengadahkan kepala, sedangkan aku menjawab dengan memanyunkan mulut dan seakan-akan berteriak “BOCOR”. Seketika lelaki itu beranjak dari jongkoknya meraih topi biru, saya yakin itu topi kesayangannya karena sedikit kumal dan nampak sudah klop sekali dengan lingkar kepalanya. Terjadilah transaksi singkat kecil-kecilan di sertai rintik hujan. “Ganti ban dalam berapa, Bang?” ucapku segera, “Yang bagus 35 ribu” sahutnya. Alhasil jadilah ijab qobul antara pembeli dan penjual yang syah. Padahal saya gak tau persis apakah bocor atau cuman gembos, tapi dengan kondisi yang tiba-tiba tekanan ban jadi setengah itu membuat saya memutuskan untuk ganti ban dalam, sekaligus pertimbangan lebih cepat mengganti dari pada menambal.

Di emperan sebuah ruko yang entah mengapa hari itu tidak buka, ku tunggu lelaki itu membuka masing-masing baut dengan ligatnya. saking ligatnya seakan-akan tanpa melihat pun tangannya terampil memainkan kunci-kunci itu. Saat pelan memutar roda tiba-tiba seberkas gerakan tangannya mencabut benda yang menancap di roda itu, dan firasatku tak lain itu adalah PAKU. Setelah selesai memang kutanya dan memang benar bocor karena tertusuk paku.

Entah mengapa sampai hari ini  aku masih merasa janggal ketika ban motor bocor karena paku, terlebih ketika beberapa media memberitakan tentang sebar paku seperti pada postingan saya sebelumnya. Lokasi yang dekat dengan tukang tambal ban serta penampilan tukang tambaln yang kanan kiri pakai anting itu semakin membuat bertanya-tanya “apa benar paku ini sengaja disebar?”.  Ahhhh… tapi aku tak mau larut dalam pemikiran negatif seperti itu karena akupun jarang melakukan Pre-Trip Inspection sebelum menggerakkan motorku, biasanya cuman hidupin sebentar sambil geber-geber kalo gak ada yang aneh, langsung tancap. Jadi gak tau sejak kapan sih paku itu nancep di ban motor, sapa tau sudah sejak malem gitu. :) .

Dua hal yang perlu disyukuri dalam kejadian tadi:

  1. Lokasi tambal ban yang gak jauh, sehingga gak capek nuntun motor.
  2. Untung pas bawa duit cukup buat ganti ban dalam :).

Dua hal yang perlu diperhatikan dalam kejadian tadi :

  1. Lakukan pengecekan kendaraan sebelum pergi (Pre-Trip Inspection).
  2. Sebaiknya gak usah dandan kayak preman, karena akan terjadi pikiran buruk kepadamu. :)

Happy Blogging

Blogging Gratis

Setelah beberapa waktu lalu nge-post tentang Alasan kenapa nge-Blog Sekarang giliran pembeberan gimana caranya nge-blog. Buat yang sudah lama nge-blog dan yang tidak sejalan dengan isi postingan ini jangan protes lho yaaa? Karena ini murni pemahaman mendasar buat nge blog, dan pehaman ini secara sengaja saya sempitkan :)

Dari booming nya aktifitas di Social Media layaknya Facebook dan Twitter, setiap orang ramai2 bikin akun di social media tersebut. Bahkan kalo ga punya akun tersebut bisa dikatakan kagak gaahhhoolll.
namun sayangnya social media yang identik dengan istilah “update status” itu sedikit disalahgunakan dengan nge-blog di social media tersebut. Contohnya banyak “update status” yang terpotong dan harus berurusan dengan “Continue Reading” atau “See More”  bahkan bila di klik akan scrolling sampai beberapa halaman. Kalo “nge-tweet” lain lagi, ada yang “ngetweet” berseri pake nomor segala dan biar gak malu sekaligus biar agak keren disebutnya sebagai “kul-tweet” maksudnya kuliah tweet kali ya..

Kalo afanrida sih hanya bisa mendoakan agar yang seperti itu segera diberikan Hidayah tanpa repot2 harus nonton sinetron dan segera dikembalikan ke jalan yang benar. Yang sudah punya blog tinggal kembali nulis di blognya, yang belum punya blog bisa ndaftar gratis ke layanan penyedia blog gratis.

Gratisan

Buat apa cari yang bayar kalo ada yang gratisan :), singkat cerita sudah banyak penyedia layanan blog yang dapat kita nikmati tanpa biaya. Hanya bermodalkan koneksi internet dan email untuk mendaftar, berikut beberapa yang afanrida rekomendasikan untuk nge-blog :

  1. Blogger/Blogspot

Blogger

Setelah di akuisisi oleh google sepertinya blogspot menjadi lebih berkembang dan banyak penggunanya. Daftarnya mudah dengan modal email gmail. Sebenarnya dengan satu modal email di gmail kita bisa mendapat beberapa layanan di google yang berhubungan dengan aktifitas blogging termasuk webmaster tool, google reader dan lain2. Keuntungannya Karena layanan ini milik google menurut saya menjadikannya lebih mudah terindex oleh google search. Setelah terdaftar domain yg menyertainya adalah nama_akun.blogspot.com

  1. WordPress.com

Wordpress

Layanan yang di kembangkan oleh wordpress foundation dan bisa di daftar secara gratis. Dengan domain Nama_akun.wordpress.com anda bisa menikmati layanan back end (admin form) lebih rapi dibandingkan blogspot, juga pilihan theme yang lebih banyak. Keuntungannya karena dukungan komunitas yang bagus maka banyak pengembangan theme, plugin dan widget. Karena terbatasnya gerak dalam instalasi plugin/widget biasanya pemilik akun wordpress.com upgrade/pindah ke layanan wordpress self hosting yang lebih bebas berkspresi. :)

  1. Blogdetik.com

blogdetik

Alasan saya menyertakan blogdetik disini karena layanan ini disediakan di Indonesia, dan dukungan komunitasnya juga sudah banyak. Menggunakan engine wordpress sehingga back end dan fasilitasnya mirip dengan wordpress. Dengan domain Nama_akun.blogdetik.com.

 

Sebenarnya masih banyak layanan blog gratis yang bisa masdab daftar, Namun seperti tujuan posting ini sengaja informasinya disempitkan karena menurut afanrida yang disebutkan diatas sudah cukup untuk membuat capek ngeblog.

Happy Blogging. Posting.. Posting… Posting…

Tips Foto Pre Wedding

Prewedding Afan Rida

Prewedding Afanrida.com

 

Prewedding Afanrida.com

Prewedding Afanrida.com

 

M

engambil Sesi pre-wedding itu nggak gampang lho, sekali lagi ENGGAAA GAMPANG BANG-GETS (menurut saya sih * maluw) sampai-sampai dua kali sesi pre-wed. Pre-wed yang pertama hasilnya kurang memuaskan buat orang lain. Maklum cuman foto studio, sekaligus finishing touchnya agak over, kulit saya jadi putih pucat. Akhirnya setelah nyari info sanahh-sinihh dapat rekomendasi wedding foto kebetulan ngambil paket foto yang include pre-wed, jadi klop lah dan saya menyebut ini kebetulan yang indah.

Awalnya ga ada niatan buat bikin foto pre-wed, Selain masih ragu-ragu juga waktunya mepet banget. Cuti Seminggu (pulang ke jogja) buat ngurus surat nikah, pesan undangan, cari souvenir sepertinya sudah sangat padat jadi ga bisa konsen buat ngerancang pre-wed. Semula ada pikiran buat sekedar foto di stasiun sentolo belakang rumah, tapi ternyata waktu banyak tersita di tengah kota joga.
Tiba-tiba sambil jalan-jalan Gita iseng ngajakin foto pre-wed, trus nyoba masuk ke kayonna, photo talk, sama satu lagi lupa namanya. Tapi banyak yang jadwalnya sudah penuh, harus janjian dulu. Akhirnya salah satu diantara yg saya sebutkan tadi bisa melayani saat itu juga dan dengan harga yang lebih murah. Jadilah siang itu juga ambil sesi pre-wed yang ga butuh waktu lama paling hanya 2 jam an (include make up) sebentar kaaannn? Tapi hasilnya buat saya kurang memuaskan hasil re-touchnya terlalu over dan pose banyak body contact (hehehhehe)

Akhirnya dapet rekomendasi wedding foto di wilayah Duri sekaligus dapat pre-wed, jadilah janjian buat pre-wed. Sekaligus ngasih konsep utama No Body Contact (hehehehe). Kalo yang kedua ini agak lama. Dari mulai jam 08.00 sampai berakhir jam 15.00 , karena pakai beberapa lokasi. Yg pertama pakai pakaian adat minang di studio, kedua di taman kasuarina, dan terakhir di seputaran seulawah (Duri, Riau). Entah bagus atau tidak yang jelas lebih bagus dari yang pertama, dan itu juga sudah membuat lebih legaaa.

Berikut ini saya kasih tips buat bikin foto pre-wed ala Afan Rida :

  1. Bikin konsep terlebih dahulu. Thema prewed seperti travelling, formal, non-formal, casual DLL. Termasuk pakaian yg mau di pakai, tempat pre-wed  dan pose (kalau bisa sih ngasih usulan pose , jangan cuman ngikut fotografernya :) )
  2. Cari info foto pre wed yang bagus. Bisa studio atau fotografer lepas, yang penting lihat portofolionya.. sukur2 bisa lihat foto asli sama hasilre-touch nya.
  3. Jangan terpaku hanya pada satu waktu, Bisa saja hari ini foto sunset dan besok foto sunrise. Atao ganti tema dari casual ke formal. (khusus bagi yang duitnya banyak karena tambahan hari biasanya ongkosnya nambah, kecuali kalo fotografernya teman sendiri ).
  4. Biasakan mulai jeprat-jepret sendiri dirumah meskipun hanya pake kamera handphone, gunanya buat lihat sisi narsisis-artistik terbaiknya (sekalian buat masukan ke fotografernya).
  5. Siapkan stamina, karena posenya banyak banget. Dan ada saat-saat yang menjengkelkan. Terlebih saat fotografernya bilang “yaaakkk.. senyum…. tahaannnn” ehhh shutter nya g dipencet malah lihat LCD, setting ISO kali yakkk.. yang akhirnya bikin senyum ikhlasnya udah luntur ……………… :)
  6. Siapkan mental, Lhooo Kokkk? Iya benar siapkan mental setelah fotonya dicetak. Karena no body is perfect , dan foto adalah selera. Jadi jangan heran kalo ada yang komen kayak gini:
    “Kok Gini Sihhh?” –> Lha maunya gimana?? Kurang HHOOTT?? :)
    “Kurang mantap nih gayanya” –>Kalo pengen labih mantap kasih saos sama kecap :)
    “Haaa… ini kok pegang2an, kan belum resmi”  –> udah kebelett :)
    “yang ini pandangan nya kosong” –> Abis nikah segera beli lemari, Tv sama spring bed, biar gak kosong :)
    “Yang ini senyum nya kurang keluar” –> emang sengaja ditahan, masalahnya kalo sekalinya keluar bareng sama gigi-giginya :)
    “Ini warna lipsticknya kok lain” –> iya itu lipsticknya ketinggalan langsung cari kotak P3K ambil betadine :)

 Gimana masdab?? Ada yang mau menambahkan?? Monggooo………

Postingan Giveaway kedua setelah yang pertama ikut di langkah catatanku
sekarang “Postingan ini diikutsertakan di Narsisis-Artistik Giveaway.”

 

Hitam Putih

Kalau ditanya manakah yang benar dari gambar diatas?

Manakah yang masdab  pilih dari gambar diatas?

Yang nomor 1 atau nomor 2?

*****

Beberapa waktu yang lalu pernah membaca tutorial membuat desain stempel. Dikatakan bahwa kalo desain utama sudah jadi maka perlu dilakukan uji inverse (dibalik). Begitu kata tutorial tersebut. (saya lupa dimana saya baca). Untuk kebenaran teori dari tutorial itu saya juga kurang mengerti karena saya bukan desainer juga belum pernah sekolah desain-mendesain. Waktu itu saya hanya mengiyakan saja.

Luasnya persepsi dan banyaknya perbedaan pendapat menjadi unsur yang menimbulkan suatu perdebatan. Perbedaan pendapat ini yang kadang disikapi dengan cara yang lain. Bukan hanya perbedaan pendapat tapi juga jawaban serta ekspresi dalam menjawab.

Hubungannya dengan Hitam putih.

Saya yakin sebuah jawaban akan diutarakan dengan logis tapi Pernahkah sewaktu kita punya jawaban, kita inverse dulu jawaban itu sebelum di ucapkan? Tujuannya hanya untuk membandingkan apakah jawaban kita itu cukup kuat untuk di ucapkan.

Seperti pertanyaan berikut “kok gak pernah bersedekah sih?”

Banyak yang menjawab “untuk hidup sehari2 saja kadang masih kurang”

Bagaimana kalo dibalik “bukankah sedekah itu justru akan membawa kelapangan rezeki”

Atau lain lagi bagi orang kaya “Sudah kaya dan mampu tapi kok belum naik haji”

ada yg menjawab “Rukun Islam Sholat saja masih bolong2, perangai juga masih belum baik”

Bagaimana seandainya berhaji sambil berdoa agar niat naik haji dapat memperbaiki dan menyempurnakan ibadah.

Dua kasus dengan masing-masing dua jawaban yang berbeda, dan keduanya serasa sulit untuk disalahkan karena tergantung dari sisi mana kita menilai.

Kembali kepada gambar diatas. Mana yang anda anggap benar?

Keduanya bisa jadi benar tergantung dari sisi mana kita menilai, gambar 1 menjadi benar bila kita memiliki persepsi tulisan nya HITAM, dan gambar kedua juga benar ketika kita melihat backgroundnya HITAM.

Hidup ini tergantung bagaimana anda memilih, bukan orang lain tetapi diri kita sendiri.

Bagaimana menurut masdab? Masihkah kita menyalahkan orang lain?

Pernikahanku

Alhamdulillah acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan ku Pada tanggal 26 Januari 2013 berjalan dengan lancar, Memang sempat deg-degan diliputi dengan kegalauan. Maklum keluarga saya harus terbang dari jogja ke riau dan sebagian lagi dari jakarta ke riau.

Preparation
Tanggal 20 Januari 2013 sudah mulai cuti dan persiapan di Duri diawali dengan packing hantaran seserahan yang sudah dikirimkan sebelumnya langsung ke rumah Dik Rani, dengan inisiatifnya hantaran itu di re-pack dan dibentuk menjadi berbagai macam model. (alhamdulillah ada keluarga Dik Rani yg selalu men-support serta memberikan waktunya untukku, semoga Allah SWT memberikan perlindungan, limpahan rizki dan kesejahteraan untuk keluarga Dik Rani. Aminn)


Tanggal 24 Januari 2013 Berangkat dari duri menuju pekanbaru dengan ketua rombongan di komandoi oleh mas Sumaro Wahyu Widodo untuk menjemput keluarga saya dari jogja + jakarta dan keluarga Gita dari Surabaya. Tak lupa sebelum berangkat kami melakukan PJM (Pre Job Meeting ) + berdoa untuk kelancaran perjalanan kami. Sekitar jam 13.30 JT 290 landing di pekanbaru, setelah menunggu pengambilan bagasi, akhirnya kami bisa bertemu dengan keluarga semuanya.

Perjalanan ke Duri diawali dengan mampir masjid Ar-Rahman Pekanbaru di dekat Simpang Jl. Tuanku Tambusai untuk sholat Dhuhur, Setelah sholat Dhuhur dilanjutkan dengan makan siang di RM. Pendowo (Jl. Tengku Umar) RM Pendowo menyediakan masakan khas jawa dan rasanya juga enak buktinya saya makan nila bakar sama ayam garang asem hehehhehehe…..

Setelah makan perjalanan dilanjutkan ke duri, dengan waktu sekitar 3 jam akhirnya jam 19:00 sampai juga di Duri, langsung menuju rumah Gita. Disana sudah disambut oleh keluarga Gita dan langsung dilanjutkan dengan makan Malam  (acaranya makan teruuusss,, hehhehe).

Setelah makan kemudian keluarga jogja diantar ke pemondokan/rumah sewa yang sudah disediakan oleh keluarga Gita, alhamdulillah rumah yang disediakan besar sekali, 4 Kamar, lengkap dengan AC, kulkas, kompor, bahkan ada water heaternya. Sekaligus lingkungan rumah yang masih hijau asri menambah kenyamanan rumah ini. Malam itu di pemondokan kegiatannya finishing hantaran yang masih belum dipacking hingga pukul 2 dini hari.

Pemondokan - koleksi Afanrida.com

Seserahan

Jumat, 25 Januari 2013 pukul 10.00 koordinasi meeting dengan pihak panitia pernikahan yang di wakili oleh pak Asep Sutarsa. Untuk membahas rangkaian acara seserahan + Akad nikah + resepsi juga transport penjemputan keluarga dari pemondokan ke rumah Gita.

Setelah Sholat jum’at jam 14:00 tim penjemput datang dan kami sekeluarga berangkat untuk melaksanakan acara seserahan. Acara dimulai tepat pukul 15:00 dan berakhir pukul 16:00, acara memang di set singkat dan padat mengingat hampir bertepatan dengan sholat ashar. Dari pihak Gita diwakili olah mas Yono dan dari pihak saya diwakili oleh Mas Yulianto.

Satu yang masih teringat saat mas Yuli mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan kami,

Asam di gunung, Garam di laut, bertemu di pasar. Di beli oleh orang, di campur dalam satu belanga dan ditambah dengan bumbu serta bahan lain menjadi sayur yang enak untuk dimakan. Begitu juga kisah ini Asam digunung dimana Gita dari duri yang banyak perbukitan, dan Garam di laut dimana Afan yang datang dari KulonProgo bersanding dengan laut selatan, bertemu di salah satu Universitas Islam Swasta tertua di Indonesia (Universitas Islam Indonesia) Agar bisa dipadukan dalam satu bingkai yang dinamakan pernikahan. Dan berharap pernikahan ini juga sebagai penyatuan dua keluarga. (Rodo mekso rapopo sing penting masukkk)

Begitu rayu mas yuli pada acara seserahan agar pihak keluarga Gita mau menerima rangkaian pernikahan ini.

Akad Nikah

26 Januari 2013 , Keluarga kami tiba di tempat akad nikah sekitar pukul 07:30, rencana akad nikah di lakasanakan pada pukul 08:00, tetapi pak KUA (Penghulu) mengabarkan bahwa acara akad nikah dimundurkan menjadi pukul 09:00 karena sesuatu hal.

Akhirnya pukul 09:00 pak KUA (penghulu) datang juga…  :) saya diminta untuk duduk di tempat yang sudah disediakan bersebelahan dengan Gita. Acara Akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al qur’an, kemudian dilanjutkan dengan ijin nikah dari Gita kepada orangtuanya. Acara ijin nikah ini menjadi acara paling mengharukan, baru satu kalimat diucapkan air mata Gita sudah meleleh kemana-mana, saya pun hampir terbawa oleh suasana haru itu, kalo sampai terbawa haru malah jadi repot nanti waktu akad nikah (pikirku , hehe).
Setelah ucap ijab selesai dilanjutukan dengan sungkeman dan mohon doa restu kepada orangtua dan keluarga yang hadir. Tak tahu kenapa tiba2 airmata ini menetes tak terbendung, lega rasanya hari ini telah menyelesaikan rangkaian acara akad nikah.

Resepsi

Rias pengantinnya cukup ribet, karena kami pakai adat jawa kanigaran jogja, sehingga banyak sekali pernak pernik yang harus dissusun, ditambah crew rias yang hanya beberapa orang. Sehingga acara resepsi yang sedianya di laksanakan mulai jam 12:00 mundur hingga 13:30 tapi alhamdulillah sekalian bisa sholat dhuhur dulu J. Acara resepsi diawali dengan prosesi panggih (temu manten), saling melempar daun sirih, mencuci kaki dan midak endog (injak telor), gendongan ke pelaminan,  timbangan (prosesi timbangan ini buat saya menjadi hal yang lucu bapaknya Gita diminta duduk kemudian memangku kami berdua untuk menimbang apakah sama timbangannya, Padahal saya sama Gita kan kelas berat sedangkan bapaknya Gita tidak gemuk, jadilah pemikiran saya seperti Gajah Duduk sedang dilatih sama pawang nya hehehe), prosesi panggih ditutup dengan sungkeman yang membuat kaki pegel. Setelah itu Resepsi dilanjutkan dengan doa restu dari para tamu yang dalang silih berganti hingga pukul 21:00.

 

Dikerjain Panitia

Pukul 21:00  tiba2 Teh Herti selaku pembawa acara menyamaikan satu hal dan bertanya kepada kami (lewat corong mikropon) gini nih ngomongnya :
“Gita dan Afan sadarkah kalian bahwa kalian sudah begitu merepotkan kami?? Menyita waktu dan tenaga kami?? “

Dan kamipun hanya bisa mengangguk :)

“Bagaimana kalao malam ini Gita dan Afan kami minta untuk naik ke atas panggung?? Untuk membayar semuanya” Lanjut Teh Herti dengan antusias nanya ke tamu semuanya…
langsung semua tamu / tetangga yang tersisa bersorak, tepuk tangan dan kompak bilang Seettuujuuu…

“Onddee apo lah carito awak naiak pulo ka panggung, apo yang kan awak dendangkan malam iko??”

Kami berdua pun pelan2 berjalan menuju ke panggung, layaknya dua gajah waykambas sedang di arak ke kandang J. Dan di awali dengan menyampaiakan ucapan terimakasih dan doa restu. Kemudian dilanjutkan dengan nyanyi lagu “memandangmu” yang di nyanyikan sama ikenurjanah/aldi bragi, kalo Gita nyanyi “ Pacarku 5 langkah” hehehe

Akhirnya kami dapat kado dari panitia, Ada satu kotak ukuran lumayan besar langsung disuruh buka, setelah dibuka pelan2 didalam ada 3 kotak lagi, Besar, sedang dan kecil. Kami disuruh milih, yang pertama saya pilih yang sedang ternyata isinya Madu rasa, Extra joss, sama pengaman *sensor. Kemudian yang kedua kami buka yang besar dan isinya ternyata duengggggg telor angsa (guedeeee boook) entah apa maksudnya kedua kado tadi (berlagak gak ngerti). Dan yang terakhir paling kecil setelah dibuka ternyata …. Cincin .. yuhuuuuu makasih banget ibu2 dan bapak panitia.

Akhirnyaa selesai juga acara pernikahan saya yang cukup melelahkan dari pagi sampai malem.. Alhamdulillah semua rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

Out of Topic:

  1. 27 Januari 2013 Tiba2 dapat telpon dari maskapai kalo penerbangan dari pekanbaru jakarta di cancel (padahal yang model ginian jarang banget yaa). Makanya penerbangan jadi maju 2 jam. Bikin repot berangkat pagi2.
  2. Hari senin 28 Januari 2013, dapat kabar dari keluarga Gita sudah sampai di Surabaya dengan selamat, namun koper, dll setelah dibuka isinya sudah gak karuan tambah ada beberapa barang didalamnya yang hilang. (Hati2 yaa).  

Special Thanks :

Panitia acara pernikahan Gita dan Afan
Kel. Bp. H. Djoko Hermawan & Ibu Sri Gantini
Kel. Bp. Drs. H. Harowi Muhyati, Msi & Ibu Hj. Mamik Suparmi
Kel. Besar Karyodinomo
Kel. Besar Sosrowiharjo
Kel. Zainal Arsyadi (MZ) dan Ibu Rani
Kel. Sumaro Wahyu Widodo dan Ibu Lia
Kel. Sukaca dan Ibu Eki

Dan lain2 yang belum disebut :)